Senin, 28 September 2026
23:22 WIB
TERKINI
Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto
Temnospondyli

Temnospondyli

Temnospondyli
Rentang waktu:
Mississippian - Aptium, 330–120 jtyl Kemungkinan takson keturunan Lissamphibia bertahan hingga masa kini
250px-Eryops_-_National_Museum_of_Natural_History_-_IMG_1974.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kerangka Eryops megacephalus di National Museum of Natural History, Washington, D.C.
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Klad: Teleostomi
Superkelas: Tetrapoda
Ordo: †Temnospondyli
Zittel, 1888
Subkelompok

Lihat teks

Artikel takson sembarang

Temnospondyli (dari kata bahasa Yunani τέμνειν, temnein 'memotong' dan σπόνδυλος, spondylos 'vertebra') atau temnospondyl adalah sebuah ordo punah tetrapoda kecil sampai besar (yang biasa dianggap sebagai amfibi primitif) yang sangat beragam, yang dapat ditemukan di seluruh dunia selama periode Karbon, Perem dan Trias. Beberapa spsies terus bertahan hingga periode Jura dan Kapur Awal, tetapi semuanya telah punah pada Kapur Akhir. Selama 210 juta tahun masa sejarah evolusionernya, mereka telah beradaptasi untuk beragam jenis habitat, termasuk lingkungan air tawar, daratan, dan bahkan lingkungan pesisir dan laut. Siklus hidupnya telah diketahui dengan baik oleh ilmuwan, dengan fosil-fosil yang mewakili tahapan larva, metamorfosis dan dewasa telah ditemukan.[1] Kebanyakan temnospondyl merupakan hewan semi-akuatik, tetapi beberapa hampir sepenuhnya beradaptasi untuk kehidupan darat, hanya datang ke air untuk kawin. Jenis-jenis temnospondyl ini merupakan salah satu vertebrata pertama yang sepenuhnya beradaptasi untuk kehidupan di daratan. Meski temnospondyl merupakan hewan amfibi, kebanyakan dari mereka memiliki ciri tubuh seperti lempengan tubuh bertulang mirip zirah dan sisik yang membedakannya dengan lissamphibia bertubuh lunak modern (kodok, katak puru, kadal air, salamander dan sesilia).

Klasifikasi

Temnospondyli merupakan sebuah kelompok yang besar dengan 160 genera yang terbagi menjadi 40 famili.[2]

Kelas Amphibia

Referensi

  1. ↑ Carroll, Robert 2009. The rise of amphibians: 360 million years of evolution. Baltimore: The Johns Hopkins Press. ISBN0-8018-9140-X
  2. ↑ Milner, Andrew 1990. the radiations of temnospondyl amphibians. In Taylor P.D. & Larwood G.P. (eds) Major evolutionary radiations. Oxford University Press. ISBN0-19-857718-4
Tetrapodomorpha
Temnospondyli
    • lihat di bawah↓
Edopoidea
Cochleosauridae
Dendrerpetontidae
Dvinosauria
Trimerorhachidae
Tupilakosauridae
Zatracheidae
Dissorophoidea
Eryopidae
Stereospondylomorpha
Archegosauridae
Melosaurinae
Platyoposaurinae
Stereospondyli
Edops craigi

Dvinosaurus primus Eryops megacephalus

Archegosaurus decheni
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan