Sabtu, 26 September 2026
19:46 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Tembesu

Tembesu

Artikel ini bukan mengenai trembesi atau tambunsu.
Tembusu
250px-Tembusu_tree_at_Lawn_E%2C_Singapore_Botanic_Gardens_20240210_182200.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Di Kebun Raya Singapura
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Angiospermae
Klad: Eudikotil
Klad: Asteridae
Ordo: Gentianales
Famili: Gentianaceae
Genus: Cyrtophyllum
Spesies:
C. fragrans
Nama binomial
Cyrtophyllum fragrans
Sinonim[2]
  • Fagraea fragrans Roxb.
  • Fagraea peregrina (Reinw.) Blume
  • Cyrtophyllum peregrinum Reinw.
  • Willughbeia fragrans (Roxb.) Spreng.
250px-Gardenology.org-IMG_8252_qsbg11mar.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tanaman Tembesu kecil.

Tembesu[3] atau tembusu[4] (Cyrtophyllum fragrans) adalah salah satu tanaman asli Indonesia juga Burma, tumbuh di daerah Sumatra dan Malaysia.[5][6] Tembusu tersebar di beberapa wilayah seperti di India, Myanmar, Singapura, dan Filipina[7]

Ada beberapa jenis tembesu, tetapi yang dianggap tembesu asli adalah Fagraea cochinchinensis (dinamai oleh A. Chev).[6] Pohon tembesu merupakan pohon yang tumbuhnya lambat, setelah berumur 30 tahun baru cukup tua untuk ditebang.[6] Kayunya berwarna kuning pucat dengan bercak lembayung, berbau asam waktu baru ditebang, keras, berat, dan tahan lama.

Ciri Fisik

Pohon tembesu dapat tumbuh antara 10-25 meter, bahkan ada yang mencapai 35 meter.[5], dengan batang tegak dan tidak berbanir. Kulit luar berwarna coklat sampai hitam, beralur dangkal dan sedikit mengelupas. Kayunya keras berwarna kuning emas tua atau coklat jingga, dan termasuk ke dalam kelas awet satu.[8] Akarnya cukup kokoh diterjang arus banjir.[5] Bunganya berbau wangi, kelopaknya mencapai panjang 2.3 cm, berwarna putih kekuning-kuningan.[7] Ciri umum kayu tembesu adalah kayu teras berwarna coklat sampai kuning muda dan kayu gubal umumnya berwarna lebih muda. Tekstur kayu halus sampai agak halus. Permukaan kayu agak mengkilap.[8]

Pemanfaatan

Kayu, akar, daun, buah, dan pohon Tembesu memiliki sejumlah manfaat bagi kehidupan manusia. Kayunya digunakan untuk konstruksi balok jembatan dan bangunan rumah[6][8] Daunnya dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Rebusan daun, ranting, dan cabang biasa digunakan di Malaysia.[6] Pohon tembesu tersebut dibudidayakan di beberapa tempat di Asia Tenggara sebagai tanaman hias atau tanaman pinggir jalan.[6] Akarnya cukup kokoh untuk penahan arus banjir. Buahnya bisa dijadikan bahan baku untuk sabun kesehatan terutama pada wajah untuk membersihkan sel kukit mati dan mematikan sel radikal aktif[5]

Referensi

  1. ↑ Botanic Gardens Conservation International (BGCI) & IUCN SSC Global Tree Specialist Group (2018). "Cyrtophyllum fragrans". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2018 e.T135891057A135895554. doi:10.2305/IUCN.UK.2018-2.RLTS.T135891057A135895554.en. Diakses tanggal 1 Januari 2024.
  2. 1 2 "Cyrtophyllum fragrans (Roxb.) DC". Plants of the World Online (dalam bahasa Inggris). Royal Botanic Gardens, Kew. Diakses tanggal 8 April 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ "Arti kata tembesu". Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikbud. KBBI Daring. Diakses tanggal 10 Desember 2022.
  4. ↑ "Arti kata tembusu". Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikbud. KBBI Daring. Diakses tanggal 10 Desember 2022.
  5. 1 2 3 4 (Inggris) Tropical plants site description
  6. 1 2 3 4 5 6 (Indonesia) Hassan Shadily & Redaksi Ensiklopedi Indonesia (Red & Peny)., Ensiklopedi Indonesia Jilid 6 (SHI-VAJ). Jakarta: Ichtiar Baru-van Hoeve, hal. 3492-3493
  7. 1 2 [] Galat: {{Lang}}: no text (bantuan) Hean Chooi Ong., Tumbuhan liar: khasiat ubatan & kegunaan lain. Kuala Lumpur: Utusan Publications, 2004, hal. 190
  8. 1 2 3 (Indonesia) "Informasi Budidaya Tembesu". Diterbitkan oleh Kementrian Kehutanan RI. 2013. Diarsipkan dari asli tanggal 2016-03-12. Diakses tanggal 2016-01-05.

Bacaan lebih lanjut

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Tembesu.
Wikispecies mempunyai informasi mengenai Fagraea fragrans.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan