Minggu, 11 Oktober 2026
13:55 WIB
TERKINI
Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober
Tell Beit Mirsim

Tell Beit Mirsim

Bagikan:
250px-Astela_from_Tel_Beit_Mirsim.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebuah stela dari Tell Beit Mirsim

Tell Beit Mirsim adalah sebuah situs arkeologi di Israel, di perbatasan antara Shfela (Sefela) dan Gunung Hebron.

Situs itu digali selama empat musim (tahun 1926, 1928, 1930 dan 1932) oleh William F. Albright.[1]

Penemuan

Lokasi ini memiliki "rencana kota karakteristik Kerajaan Yehuda yang juga dikenal dari situs lain" termasuk, Beit Shemesh (Bet-Semes), Tell en-Nasbeh, Khirbet Qeiyafa dan Beersheba (Bersyeba). Menurut laporan arkeologi, "Kasemat (casemate) tembok itu dibangun pada semua situs-situs tersebut dan rumah-rumah di sebelahnya menggabungkan kasemat itu sebagai salah satu kamar hunian. Model ini tidak didapati dari kota-kota orang Kanaan, orang Filistin maupun situs Kerajaan Israel (Utara)."[2] Menurut Herbert G. May, editor utama dua buku rujukan klasik terkait Alkitab, dari suatu studi bekas-bekas guci yang ditandai "bat" dan "bat kerajaan" (royal bath) dari Tell Beit Mirsim, diperkirakan ukuran "bat" secara arkeologi adalah sekitar 22 liter (5,75 galon Amerika Serikat) [3]

Identifikasi

Albright mengidentifikasi reruntuhan itu dengan kota alkitabiah Dvir (Debir), atau Kiryat Sefer, yaitu nama lainnya.[4] Ia berharap untuk menemukan arsip kuno di sana. Identifikasi ini sekarang tidak diterima oleh komunitas arkeologi. Khirbet Rabud dipandang sebagai lokasi yang lebih mungkin lokasi.

Referensi

  1. ↑ W. F. Albright, The Fourth Joint Campaign of Excavation at Tell Beit Mirsim, Bulletin of the American Schools of Oriental Research, No. 47 (Oct., 1932), pp. 3-17.]
  2. ↑ "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2012-06-23. Diakses tanggal 2018-06-02.
  3. ↑ The Interpreter's Bible, Buttrick ed., Abingden Press, Nashville, 1956, volume VI, p. 317 (p155 in the Internet Archive copy of the text)
  4. ↑ Joshua, Joshua15:15
Internasional
Nasional
Geografis
Lain-lain
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan