Rabu, 28 Oktober 2026
06:33 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Televisi terestrial

Televisi terestrial

Bagikan:
Untuk stasiun televisi Amerika Serikat, lihat Antenna TV.
250px-Antenna.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Foto antena televisi jenis Yagi-Uda yang digunakan untuk menerima siaran televisi terestrial melalui frekuensi VHF dan UHF. Antena ini bekerja dengan menangkap gelombang radio dan meneruskan sinyal televisi ke perangkat penerima. Foto ini dibuat oleh Yonatan Horan.

Televisi terestrial adalah sebuah sistem penyiaran televisi yang tidak melibatkan transmisi satelit. Biasanya menggunakan gelombang radio melalui pemancar atau antena televisi. Istilah ini lebih umum di Eropa, sementara di Amerika Serikat disebut sebagai siaran televisi over-the-air (OTA) yang membutuhkan tuner (televisi) untuk menikmati layanannya.

Sejarah penyiaran televisi terestrial dimulai sejak kelahiran televisi sebagai media penyiaran publik di Washington, D.C. pada tanggal 7 April 1927. Selain sistem transmisi Stratovision yang dikembangkan Westinghouse, belum ada sistem transmisi televisi yang lain hingga tahun 1950-an sebelum lahirnya televisi kabel atau televisi antena kelompok (community antenna television, CATV). Sistem penyampaian sinyal televisi bukan terestrial yang pertama, sama sekali tidak tergantung pada sinyal yang berasal dari sumber terestrial tradisional yang mulai menggunakan satelit komunikasi pada tahun 1960-an dan 1970-an.

Lihat pula

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik televisi, stasiun televisi, atau acara televisi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan