Senin, 26 Oktober 2026
07:58 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung

Tektonofisika

Bagikan:

Tektonofisika, cabang geofisika, adalah studi tentang proses fisik yang mendasari deformasi tektonik. Bidang ini meliputi pola spasial stres, regangan (strain), dan perbedaan reologi di litosfer dan astenosfer bumi; serta hubungan antara pola-pola ini dan pola deformasi yang diamati karena lempeng tektonik.

Pengenalan

Tektonofisika berkaitan dengan pergerakan kerak bumi dan deformasi dari skala meter hingga ribuan kilometer.[1] Contoh proses tersebut termasuk bangunan pegunungan, pembentukan cekungan sedimen, pemulihan paska glasial dari daerah seperti Fennoscandia, lempeng tektonik, gunung berapi dan gempa bumi.[2] Ini melibatkan pengukuran hierarki regangan di batuan dan lempeng serta tingkat deformasi; studi laboratorium yang identik dengan sistem alaminya; serta konstruksi model-model sejarah deformasi.

Sejarah

Istilah Tektonofisika pertama digunakan pada 1954 ketika Mikhail Vladimirovich Gzovskii memublikasikan tiga karya ilmiah di jurnal Izvestiya Akad. Nauk SSSR, Sireya Geofizichekaya:"On the tasks and content of tectonophysics","Tectonic stress fields", dan "Modelling of tectonic stress fields". Dia mendeskripsikan bahwa tujuan utama riset tektonofisika adalah untuk mengetahui mekanisme lipatan dan sesar juga unit-unit struktur besar lainnya di kerak bumi. Dia kemudian membuat laboratorium tektonofisika di institut fisika bumi, Academy of Sciences of the USSR, di moskow.[3]

Catatan

  1. ↑ Rebetsky 2009 harvnb error: tanpa target: CITEREFRebetsky2009 (bantuan)
  2. ↑ Whitcomb 1979 harvnb error: tanpa target: CITEREFWhitcomb1979 (bantuan)
  3. ↑ Mikhailova et al. 2001 harvnb error: tanpa target: CITEREFMikhailovaNikonovOsokinaRebetsky2001 (bantuan)

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan