Selasa, 03 November 2026
21:05 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Tebokan

Tebokan

membran yang ditabuh pada ujung drum atau gendang

Bagikan:
40px-Wiki_letter_w.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Desember 2024)
250px-Drumhead.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kulit snare drum

Tebokan atau kulit drum (bahasa Inggris:Drumhead) adalah membran yang menutupi satu atau kedua ujung drum atau gendang yang terbuka. Tebokan dapat dipukul dengan stik, mallet, atau tangan, sehingga bergetar dan bunyinya beresonansi melalui drum.

Selain pada alat musik perkusi, tebokan juga digunakan pada beberapa instrumen senar, terutama banjo.

Sejarah

Tebokan awalnya terbuat dari kulit binatang dan pertama kali digunakan pada awal sejarah manusia, jauh sebelum pertama kali dicatat.[1] Kata bahasa Inggris drumhead pertama kali muncul dalam bahasa Inggris pada tahun 1580, dalam tulisan prajurit Thomas Churchyard, yang menyebutkan berbunyi: "Dice plaie began ... on the toppe of Drommes heddes".[2]

Pada tahun 1956, Chick Evans menciptakan tebokan dari plastik. Tebokan dari poliester lebih murah, lebih tahan lama, dan kurang sensitif terhadap cuaca dibandingkan kulit binatang. Pada tahun 1957, Remo Belli dan Sam Muchnick bersama-sama mengembangkan tebokan polimer (juga dikenal sebagai Mylar) yang mengarah pada lahirnya produsen tebokan Remo.[1]

Meskipun tebokan kini banyak terbuat dari plastik, penabuh tambur tradisional, seperti korps tambur-suling atau bregada menggunakan tebokan yang terbuat dari kulit binatang demi akurasi sejarah. Tebokan kulit juga populer di kalangan musisi jazz, orkestra, dan genre musik populer awal karena preferensi mereka terhadap suara dan instrumen yang sesuai dengan zamannya.Tebokan binatang biasa digunakan pada sebagian besar drum tangan, termasuk kendang, djembe, frame drum, bongo, dan konga, dan juga beberapa banjo. Dalam beberapa tahun terakhir, banyak perusahaan mulai memproduksi bahan sintetis untuk kulit drum tangan seperti konga, dan juga banjo. Penggunaan tebokan binatang asli juga mulai marak oleh pemain drum, dengan perusahaan-perusahaan seperti AK Drums, Buchler Trommelbau dan Kentville Drums atau Austrian Drumhead Company yang menawarkan tebokan dari kulit kambing, anak sapi, dan kanguru.

Tebokan juga terbuat dari kevlar. Kevlar juga digunakan sebagai bahan tebokan untuk kirab irama.[3]

Mesh head

Mesh head—tebokan yang biasanya terbuat dari anyaman bahan sintetis—banyak digunakan pada drum elektronik, karena memberikan sensasi bermain yang setara dengan tebokan tradisional.[4] Namun seiring berjalannya waktu, produsen mulai memproduksi mesh head untuk drum akustik, untuk menciptakan nuansa dan suara bermain yang sangat mirip dengan memainkan drum set tradisional, tetapi dengan volume yang jauh lebih rendah, sehingga cocok untuk berlatih di tempat ramai, atau bahkan untuk merekam menggunakan picu drum.[4]

Penyeteman

250px-Drum_clamp_rim_lug_butt.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
1 Penjepit dudukan, 2 Blengker, 3 Sekrpengencang, 4 Lug, 5 Ujung senar

Blengker (penahan tebokan) drum dapat terbuat dari logam, kulit, kayu, atau bahan lain yang digunakan untuk menahan tebokan pada urung. Pada drum tradisional seperti kendang, blengker dikencangkan menggunakan tali (janget) dan suh (pengencang tali), sedangkan pada drumset modern, menggunakan sekrup (tension rod) yang dimasukkan melalui lubang pada blengker lalu disekrup pada pengencang yang disebut lug yang terpasang langsung pada urung.[5] Terdapat kunci khusus yang digunakan untuk sekrup pada lug.[6]

Peredaman

Kadang-kadang, para pemain drum meredam drum mereka menggunakan pelapis tebokan khusus. Beberapa tebokan juga sudah diredam sejak diproduksi. Sementara itu, sebagian besar teknik peredaman dilakukan dengan peredam eksternal.

Referensi

  1. 1 2 "Remo - About Remo - History". Diarsipkan dari asli tanggal 2015-05-26. Diakses tanggal 2015-05-11.
  2. ↑ "drumhead, n.", Oxford English Dictionary Online, 3rd edn (Oxford: Oxford University Press, June 2015) (accessed 21 August 2020).
  3. ↑ "The Complete History of Drumming". Diakses tanggal 10 November 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. 1 2 Stuart Williams (Februari 17, 2022). "Mesh drum heads vs rubber pads: which are better for electronic drummers?". MusicRadar.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ International House of Blues Foundation. "Making a Drum" Diarsipkan Februari 6, 2009, di Wayback Machine 2003
  6. ↑ "Drum key".

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan