Kamis, 24 September 2026
01:22 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN
Tatbir

Tatbir

250px-Annual_ritual_observed_on_the_10th_day_of_Muharram_in_Al_Manama_Bahrain.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tatbir di Bahrain, 2011

Tatbir (bahasa Arab:تطبير), juga dikenal sebagai Talwar zani dan Qama Zani di Asia Selatan,[1] adalah suatu bentuk ritual pertumpahan darah, yang dilakukan sebagai tindakan berkabung oleh beberapa Muslim Syiah untuk cucu Muhammad, Husain bin Ali, yang terbunuh bersama dengan anak-anaknya, sahabat dan kerabat dekatnya oleh Khalifah Umayyah Yazid I pada saat Pertempuran Karbala. Praktik ini pertama kali diperkenalkan oleh suku Qizilbash yang berperan penting dalam menegakkan aturan Safawi.[2] Tatbir adalah masalah yang menjadi perselisihan di kalangan Syiah. Kebanyakan ulama menganggapnya merugikan diri sendiri dan karenanya haram. Namun, minoritas kecil Syiah tetap melestarikan praktik tersebut sebagai suatu bentuk pembantahan.[3]

Referensi

  1. "Fatwa on Tatbir [Qama Zani]". Pasbaan-e-Aza. Diarsipkan dari asli tanggal September 10, 2009. Diakses tanggal 2010-07-03.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. "قمه زدن از نظر مراجع تقلید چه حکمی دارد؟". donya-e-eqtesad (dalam bahasa Persia). Diakses tanggal 2022-04-09.

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik umum ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Jika Anda melihat halaman yang menggunakan templat {{stub}} ini, mohon gantikan dengan templat rintisan yang lebih spesifik.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan