Kamis, 22 Oktober 2026
12:05 WIB
TERKINI
Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal
Taru Martani

Taru Martani

perusahaan asal Indonesia

Bagikan:
PT Taru Martani
250px-TaruMartani_Logo_trans.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
250px-Bangunan_Taru_Martani_pabrik_DSC00764.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Nama sebelumnyaNV Negresco
IndustriCerutu
Tembakau
Tingwe
Industri makanan
Ketahanan pangan
Didirikan1918
Kantor pusat,
Produk<<<Cerutu>>>
Negresco
Blender's Gold
Royal Batik
Bohemian
Ernesto
Adipati S-4 S-6
Robusto
Senator
Mundi Victor
Negresco SF
Adipati
Borobudur
Ramayana
Club Creamy
<<<Tingwe>>>
Countryman
Violin
Virgin Royal
Mundi Victor
Royal Bourbon
Mignot Royal Paper
Situs webWebsite Resmi

Taru Martani adalah sebuah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemerintah D.I. Yogyakarta,[1] yang bergerak di bidang Industri cerutu dan tembakau. Taru Martani, yang sebelumnya bernama N.V. Negresco, adalah pabrik cerutu di Indonesia yang didirikan tahun 1918, dengan produk utama cerutu dan tembakau Shag (tingwe).[2]

Sejarah

Sebagai NV Negresco

Taru Martani awalnya didirikan oleh sebuah perusahaan cerutu Belanda, Mignot & de Block yang berpusat di Eindhoven, Belanda pada tahun 1918. Firma Negresco pertama didirikan di daerah Bulu, Jalan Magelang, Yogyakarta oleh seorang berkewarganegaraan Belanda, Adolphe Antoine Louis Marie Mignot. Dorongan pemerintah Belanda dan fakta bahwa ada keterikatan antara Mignot & de Block dengan Gereja Katolik juga menjadi salah satu alasan didirikannya pabrik cerutu di Jawa.[3][4] Mignot mencari pekerja murah di Jawa, untuk membuat pabrik cerutu yang berlokasi dekat dengan kebun tembakau. Beberapa pekerja datang dari Belanda untuk memerintahkan para penganut Katolik dari Jawa untuk membuat cerutu.

Tahun 1921 Fa Negresco mengalami kemajuan dan perkembangan sangat pesat sehingga perusahaan melakukan ekspansi dan perusahaan berpindah lokasi dari Bulu ke Baciro di Jl. Kompol. B. Suprapto 2A, Yogyakarta. Begitu juga Status yang semula usaha perseorangan diubah menjadi Perseroan Terbatas (Naamloze Vennootschap) dengan nama N.V. Negresco. Pada tahun 1923, pabrik mengalami kemajuan, hingga mempekerjakan 400 pekerja, yang pada saat itu, hanya menerima pekerja dari rekomendasi pastor di Yogyakarta. Pada sekitar tahun 1920-an Negresco juga mulai memproduksi rokok, dan ada penambahan pekerja secara signifikan, hingga akhirnya pabrik mengalami dampak dari krisis ekonomi global dan harus mengurangi pekerja pada sekitar tahun 1930-an.[3]

Pergantian kepemilikan

Pertengahan tahun 1942 perusahaan Cerutu diambil alih oleh pemerintah Jepang, seiring dengan pendudukan pemerintah Jepang ke Indonesia, dan diberi nama Jawa Tobacco Kojo. Produksinya pun tidak hanya cerutu tetapi juga rokok putih. Mesin produksi pun diambil oleh pemerintah Jepang dari British-American Tobacco (B.A.T) Cirebon. Produksi Cerutu dengan Merk “Momo Taro” dan rokok putih dengan merk “Mizuho” (瑞穂, bulir padi hijau) dan “Koa” (興亜, pembangunan Asia).

Tahun 1945 Pemerintah Republik Indonesia mengambil alih Jawa Tobacco Kojo dari Pemerintah Jepang. Namanya kemudian berganti menjadi Taru Martani dengan produksi Cerutu dan Rokok Putih merk “Daulat” & Abadi”. "Taru Martani" merupakan nama yang diberikan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX pada waktu itu: "taru" atau "(n)daru" yang berarti daun dan "martani" yang berarti kehidupan, dengan makna serta harapan menjadikan penghidupan yang bersumberkan dari daun tembakau.

Tahun 1949 Perusahaan Cerutu kembali dikuasai Oleh N.V. Negresco. Akan tetapi Negresco belum dapat aktif kembali memproduksi cerutu, sehingga mesin rokok Putih pun dikembalikan lagi kepada British-American Tobacco (B.A.T) Cirebon.

Tahun 1952 Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta mengambil Inisiatif menghidupkan kembali usaha cerutu tersebut bekerjasama dengan Bank Industri Negara (BIN) Jakarta dan membeli perusahaan cerutu tersebut pada N.V. Negresco secara berkala. PT Taru Martani pun berdiri, hingga tahun 1957 sempat mempekerjakan tenaga ahli dari Belanda, Setelah itu murni tenaga ahli lokal.

Tahun 1960 Pemerintah Republik Indonesia mengambil alih semua perusahaan milik Belanda termasuk Taru Martani dan dimasukan dalam Perusahaan Negara Perindustrian Rakyat (PNPR) Bujana Yasa dengan Nama; Pabrik Cerutu dan Tembakau Shag Taru Martani. Tahun 1966 Pemerintah RI menyerahkan PNPR Bujana Yasa Pabrik Cerutu dan Tembakau Shag Taru Martani kepada Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta, serta status perusahaan menjadi Perusahaan Daerah (PD) Taru Martani.

Perkembangan kontemporer

Pada tahun 1972 Pemerintah D.I. Yogyakarta bekerja sama dengan perusahaan asal Belanda Douwe Egberts Tabak Maatschappij dan membentuk perusahaan patungan bernama PT. Taru Martani Baru. Tujuannya agar perusahaan dapat mengekspor produk cerutu ke Belanda.

Pada tahun 1986 status PT. Taru Martani Baru dialihkan menjadi Perusahaan Daerah (PD) Taru Martani karena Douwe Egberts Tabak Maatschappij menarik diri dari PT. Taru Martani Baru. Aktiva tetapnya dihibahkan kepada PD. Taru Martani serta aktiva lancarnya dibeli oleh PD. Taru Martani. Sejak tahun 1986–2012 perusahaan PD. Taru Martani mengeksport cerutu ke beberapa negara.

Tahun 2012 PD. Taru Martani kembali mengubah statusnya menjadi perseroan terbatas yaitu PT. Taru Martani, dengan bidang usaha aneka usaha (produksi cerutu, tembakau iris, pengolahan & perdagangan, distribusi). Semula hanya dapat mengekspor ke beberapa Negara Saja, kini PT. Taru Martani sudah mengekspor produk cerutu di 7 negara.

Tahun 2015 PT. Taru Martani mulai menjalankan diversifikasi usaha. Diawali dengan usaha briket arang untuk pasar ekspor, kemudian pada November 2019 mulai menjalankan usaha kafe.[5]

Produk

Taru Martani memiliki beberapa segmen produk seperti:

Cerutu

Taru Martani telah memproduksi 14 jenis cerutu yang sudah dikenal di seluruh dunia, yaitu: Cigarillos/ Treasure, Extra Cigarillos, Senoritas, Pantella, Slim Pantella, Half Corona, Corona, Super Corona/Grand Corona, Boheme, Royal, Perfecto, Rothschild, Super Rothschild, dan Churchill.[2]

Saat ini Taru Martani memproduksi 3 formulasi campuran cerutu, yaitu: Natural Cigar (Tembakau Murni), Flavour Cigar (Tembakau dengan saus/aroma mint, Amareto, Vanila, Rum, dan Hazelnut) dan Mild Cigar (tembakau ringan).

Untuk bahan baku, Taru Martani mendatangkan tembakau dari daerah Besuki, Jember, Jawa Timur. Tembakau tersebut bernama Java Besuki, yang memiliki rasa tembakau yang cukup menonjol dengan warna coklat kehitaman. Java Besuki digunakan untuk pembungkus dalam (omblad) dan pembungkus luar (dekblad) cerutu. Sementara untuk isi (filler) digunakan tembakau Java Besuki yang telah dicampur dengan tembakau dari Havana dan Brazil.

Keunikan pembuatan cerutu Taru Martani adalah karena semua proses pembuatannya dilakukan secara manual, dengan tangan. Oleh karena itu dapat dikatakan, setiap batang cerutu dibuat dengan ketelitian tinggi dan menjadi hasil karya yang terpilih.

Gedung pabrik Taru Martani juga telah ditetapkan menjadi bangunan cagar budaya, dengan Surat Keputusan Permenbudpar No. PM.25/PW.007/MKP/2007 tertanggal 26 Maret 2007. Bangunan bergaya indis dengan bentuk atap limasan. Jendela atas dan bouven licht masih asli, tetapi jendela bawah dan pintu sudah diganti. Bangunan terdiri dari dua blok dalam komplek, dibangun secara bertahap. Bangunan A digunakan sebagai bangunan administrasi dan produksi didirikan tahun 1920. Bangunan B digunakan sebagai bangunan produksi dan gudang yang didirikan tahun 1921. Perlu diketahui bahwa mesin-mesin yang digunakan untuk produksi sampai sekarang, sudah ada sejak pabrik tersebut masih milik perusahaan Belanda.[6]

Tingwe

Beberapa produk linting tangan atau tingwe yakni:

  • Countryman: adalah salah satu produk tembakau iris (TIS) dari Taru Martani yang tersedia dalam kemasan 50 gram. Produk ini mulai diproduksi oleh Taru Martani pada tahun 1972 dan sejak saat itu menjadi sangat digemari oleh para pecinta tembakau. Merek TIS Countryman menjadi tembakau favorit diluar pulau Jawa, khususnya di Kalimantan Barat, Sumatra Utara, Jambi dan Riau. Cita rasa unik dan kualitas yang di tawarkan oleh Countryman menjadi alasan mengapa produk ini sangat digemari oleh para penggemar TIS di wilayah tersebut.
  • Virgin Royal: adalah perpaduan sempurna dari pengalaman merokok yang halus dan penuh cita rasa. Tembakau berkualitas premium ini dibuat dengan bahan-bahan terbaik, menawarkan aroma yang kaya dan memuaskan. Dengan tiga rasa yang berbeda untuk dipilih, Virgin Royal memiliki semuanya untuk setiap selera. Rasa vanilla menambahkan rasa manis dan creamy, rasa apel memberikan pengalaman yang santai dan menyegarkan, sementara rasa kopi memberikan aroma yang kaya, kuat, dan bold.
  • Violin: selain tersedia secara lokal, Violin Rolling Tobacco juga dijual di beberapa negara terpilih di Asia, Amerika, dan Eropa. Campuran premium ini memberikan pengalaman merokok yang halus dan penuh cita rasa, diciptakan pada tahun 2012 dan disajikan dalam kantong tahan lama yang memudahkan Anda membawanya kemanapun Anda pergi. Dibuat dengan bahan-bahan terbaik, Violin Rolling Tobacco memiliki profil rasa yang unik dan kompleks yang pasti akan memikat selera.
  • Mundi Victor: adalah salah satu produk tertua dan paling ikonik yang dihasilkan oleh PT Taru Martani. Terlahir dari dedikasi terhadap kualitas dan tradisi tembakau, produk ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dalam perjalanan cerutu selama bertahun-tahun. Dibuat dari daun tembakau berkualitas tinggi, Tembakau Iris Mundi Victor menawarkan citra rasa yang melegenda yang telah menciptakan penggemarnya yang setia dari masa lalu hingga saat ini.
  • Royal Bourbon: perpaduan sempurna dari tembakau yang halus dengan sentuhan rasa bourbon, tidak hanya tersedia secara lokal tetapi juga dijual di beberapa negara terpilih di Asia, Amerika, dan Eropa. Dibuat dari daun tembakau berkualitas tertinggi dan dipadu dengan rasa bourbon yang kaya dan berani, tembakau ini menawarkan pengalaman merokok yang unik dan memuaskan.
  • Mignot: produk kertas linting terbaru dari PT Taru Martani yang menonjol dengan keunggulan kertasnya yang sangat tipis, yang tidak hanya tidak mengganggu aroma tembakau Anda, tetapi juga tidak menambahkan berat yang tidak perlu. Dalam kemasan kecil dan praktisnya, Mignot mudah dibawa kemana-mana.

Cafe & Resto

Selain menjual tingwe dan cerutu, Taru Martani juga membuka coffee dan restoran di Yogyakarta.[7]

Komoditi Pangan

Selain itu, Taru Martani juga menjual berbagai macam kebutuhan pokok disini.[8]

Komoditi Pangan Taru Martani berkomitmen mendukung ketahanan pangan daerah melalui penyediaan komoditi berkualitas tinggi serta akses informasi harga pasar yang transparan bagi masyarakat.

Referensi

  1. ↑ Admin (2022-06-16). "104 Tahun Taru Martani, Dr. R. Stevanus Ungkap Perlu Terobosan Progressive Agar Cerutu Taru Martani Lebih Dikenal". e-Parlemen DPRD DIY (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2022-09-24.
  2. 1 2 "PT. Tarumartani". bpka.jogjaprov.go.id. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-09-24. Diakses tanggal 2022-09-24.
  3. 1 2 Steenbrink, Karel (2003). Catholics in Indonesia, 1808-1942 A Documented History. Volume 2: The Spectacular Growth of a Self Confident Minority, 1903-1942. Verlag Ferdinand Schöningh. hlm. 394. ISBN 9789004254022.{{cite book}}: line feed karakter dalam |title= pada posisi 34Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. ↑ "Negresco 1919-1924". www.mignot-en-de-block.nl. Diakses tanggal 2022-09-24.
  5. ↑ "PERGUB DIY Nomor 7 Tahun 2022" (PDF). www.bpk.go.id. hlm. III-348. Diakses tanggal 2022-09-24.
  6. ↑ Yogyakarta, Balai Pelestarian Cagar Budaya Provinsi D. I. (2016-09-26). "Bangunan PT. Taru Martani". Balai Pelestarian Cagar Budaya Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2022-09-24.
  7. ↑ Coffee & Resto Taru Martani
  8. ↑ Komoditi Pangan Taru Martani

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan