Minggu, 27 September 2026
04:29 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Tarsisius

Tarsisius

Santo Tarsisius
330px-Statue-Orsay-03.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Alexandre Falguière, Tarcisius, Christian martyr, 1868, musée d'Orsay.
Martyr
MeninggalAbad ke-3
Dihormati diGereja Katolik Roma
Tempat ziarahSan Silvestro di Capite, Roma
Pesta15 Agustus (Martirologi Roma)
Pelindungputra altar dan penerima komuni pertama

Santo Tarsisius (bahasa Inggris:St. Tarcisius atau Tarsicius; bahasa Italia dan bahasa Spanyol: San Tarsicio atau Tarcisio) adalah seorang martir awal Gereja Kristen yang hidup pada abad ke-3. Sedikit yang diketahui tentang dirinya berasal dari prasasti metrikal oleh Paus Damasus I, yang adalah Paus setidaknya seabad kemudian.

Ia memilih mati di tangan massa daripada memberikan kepada mereka Sakramen Mahakudus yang dibawanya. Sebagaimana Damasus membandingkan dia dengan Santo Stefanus, yang dilempari batu sampai meninggal, hal ini mungkin menjadi cara Tarsisius menemukan ajalnya. Ceritanya diperluas oleh Kardinal Nicholas Wiseman, yang menggambarkan dia sebagai alkolit muda dalam novelnya, Fabiola, or the Church in the Catacombs.

Dia awalnya dimakamkan di katakomba San Callisto, tetapi kini sisa peninggalannya berada di Gereja San Silvestro di Capite di Roma. Hari Pestanya dirayakan pada tanggal 15 Agustus, tetapi, sejak hari itu juga merupakan Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, ia tidak disebutkan dalam Kalender Romawi Umum, tetapi hanya dalam Martirologi Romawi.

Ia merupakan pelindung putra altar dan penerima komuni pertama. Kotamadya Saint-Tharcisius di Quebec, Kanada dinamakan untuk menghormatinya,[1] demikian pula dengan sebuah lonceng seberat 35 kilogram (77 pon) di Stephansdom, Wina, Austria. Beato José Sánchez del Río juga dikenal dengan nama pendek "Tarcisius".

Teks puisi karya Damasus

Sebuah puisi dalam bahasa Latin, diciptakan oleh Damasus, menjadi satu-satunya bukti positif akan adanya Santo Tarsisius ini.[2]

Per meritum, quicumque legis, cognosce duorum,
quis Damasus rector titulos post praemia reddit.
Iudaicus populus Stephanum meliora monentem
perculerat saxis, tulerat qui ex hoste tropaeum,
martyrium primus rapuit levita fidelis.
Tarsicium sanctum Christi sacramenta gerentem
cum male sana manus premeret vulgare profanis,
ipse animam potius voluit dimittere caesus''
prodere quam canibus rabidis caelestia membra.
Damasi Epigrammata, Maximilian Ihm, 1895, n. 14

Terjemahan:[3]

"Ketika sebuah kelompok jahat fanatik melempari diri Tarsisius yang membawa Ekaristi, ingin Sakramen itu tak dicemarkan, anak laki-laki itu lebih suka memberikan nyawanya daripada memberikan Tubuh Kristus kepada para anjing liar."

Referensi

  1. ↑ "Saint-Tharcisius (Municipalité de paroisse)" (dalam bahasa French). Commission de toponymie du Québec. Diakses tanggal 2012-01-27.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  2. ↑ http://db.edcs.eu/epigr/epi_einzel.php?s_sprache=fr&p_belegstelle=AE+2000%2C+00190&r_sortierung=Belegstelle
  3. ↑ "SINAKSARION (Kisah Orang Kudus): St. Tarcisius, Sang Akolit (Putera Altar) dan Martir-Anak dari Ekaristi". terangdaritimur.blogspot.com. 2011-5-15. Diakses tanggal 2012-8-17.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |accessdate= and |date=

Pranala luar

Ikon rintisan

Artikel bertopik Santo dan Santa ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan