Sabtu, 31 Oktober 2026
21:50 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Tari Qilin

Tari Qilin

Bagikan:
250px-KotaKinabalu_Sabah_Gaya-Street-Sunday-Market-26.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tari Qilin di Sabah, Malaysia.

Tari Qilin adalah salah satu tari tradisional Hakka.[1][2] Mirip dengan barongsai, tetapi tari ini menampilkan topeng hewan mitologi unicorn (qilin).

Tari qilin lebih jarang terlihat dibandingkan barongsai, kebanyakan dimainkan di komunitas orang Tiongkok Selatan, seperti Konghu dan Hakka.

Awalnya tari ini dimainkan oleh anggota sekolah seni beladiri. Dasar menarikannya tidak serupa dengan barongsai. Dua orang berperan sebagai qilin, umumnya yang menguasai beladiri.

Menurut cerita rakyat, orang Hakka menghidupkan qilin dalam bentuk topeng dan kostum karena sulitnya untuk melukisnya ketika mereka sering berpindah-pindah tempat. Selanjutnya tari qilin tercipta dengan penambahan unsur seni beladiri Provinsi Jiangxi.[2] Tari qilin ditarikan sebagai perlambang pembawa keberuntungan pada banyak acara seperti tahun baru Imlek atau ritual eksorsisme.[1] Tari ini dilestarikan oleh pemerintah Tiongkok sebagai warisan budaya pada tahun 2009.

Pranala luar

Referensi

Topik tentang Hakka
Daerah Hakka
Bahasa Hakka
Budaya Hakka dan Kesenian Hakka
Arsitektur Hakka
Agama dan kepercayaan Hakka
Media Hakka
Studi Hakka
Lain-lain
40px-Flag-map_of_the_Greater_People%27s_Republic_of_China.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik Tiongkok ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan