Senin, 19 Oktober 2026
04:12 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten

Tangguh keris

Bagikan:

Berikut adalah tangguh-tangguh keris Jawa beserta beberapa empu terpandangnya menurut Wirasoekadga, pandai besi dari Karaton Surakarta Hadiningrat.[1] Beberapa nama mungkin digolongkan pada tangguh yang berbeda menurut rujukan lain.

  • Pajajaran, dengan empu-empu sebagai berikut.
    • Ki Keleng
    • Ki Kuwung
    • Ki Loning
    • Ki Angga
    • Empu ing Pagelen [Bagelen ?]
    • Ki Sikir dukun Tapan
    • Siungwanara, sewaktu mengabdi pada bupati Arya Banyak Wide
  • Tuban
    • Ki Panekti
    • Ki Suratman
    • Ki Modin
    • Ki Galahita
    • Ki Bekel Jati
    • Ki Supadriya
    • Ni Mbok Sambra[2]
    • Jirak
  • Madura
    • Ki Kasa
    • Ki Macan
    • Ki Kacang
    • Ki Luju Madura
  • Blambangan
    • Ki Mendung
    • Ki Tembarok
    • Ki Supagati
    • Pangeran Pitrang
  • Majapahit (tidak sama dengan "keris majapahit"!)
    • Ki Supadriya
    • Ki Supagati
    • Ki Jaka Supa
    • Ki Jigja
    • Angga-Cuwiri
    • Ki Singkir Wanabaya
    • Empu-empu anggota perkumpulan (empu-empu Pekelun)
    • Kuripan
  • Sedayu (sekarang dekat Bantul)
    • Pangeran Sedayu (alias Empu Supa)
    • murid-murid Pangeran Sedayu
  • Jenu (dekat Jipang, Kabupaten Blora)
    • Adipati Jenu (Jaka Sura)
  • Tirisdayu
    • Ki Siki
  • Setrabanyu di Matesih
    • Ki Setra
  • Madiun
    • Ki Kodhok ("Ki Supa Anom")
    • sahabat-sahabat Ki Kodhok
  • Demak
  • Cirebon
  • Kudus
  • Pajang
    • Ki Umyang
    • sahabat-sahabat Ki Umyang
  • Pajang–Mataram (dikenal juga sebagai Mataram Senopatèn)
    • Ki Arya Japan
  • Mataram (dari era Sultan Agung dan seterusnya)
    • Ki Umayi
    • Ki Legi
    • Ki Guling
    • Ki Nom
    • Pangeran Sendhang
  • Ngentha-entha[3]
  • Kartasura
    • Ki Lujuguna
    • Ki Macan
  • Surakarta (dibagi menjadi lima zaman: Pakubuwana IV (PB IV), PB V, Mangkubumen, PB IX, dan PB X, dengan empu masing-masing).
    • Brajaguna
    • Brajasetika
    • Ki Tirtadangsa
    • R.Ng. Jayasukadga (dua zaman)
    • R.Ng. Japan
    • R.Ng. Singawijaya
    • R.Ng. Brajasetama
    • R.Ng. Wirasukadga
    • Ki Mangunwalela

Keris-keris dari luar Jawa juga memiliki gaya masing-masing. Keterbatasan rujukan membuat khazanah variasi keris Nusantara luar Jawa belum dapat dipaparkan secara layak.

Di Sumatra dikenal berbagai gaya pembuatan keris. Beberapa sentra keris yang ada di Sumatra yang memiliki kekhasan adalah sebagai berikut.

  • Aceh/Gayo
  • Minang
  • Riau/Bangkinang
  • Palembang
  • Bangka Belitung
  • Lampung

Keris Semenanjung Malaya dan Brunei juga memiliki langgam tersendiri.

Di Sulawesi keris umumnya berasal dari kawasan barat daya pulau, yang terkenal adalah keris gaya Bugis. Dari Nusa Tenggara dikenal keris gaya Bali dan Sumbawa.

Yang paling berbeda adalah keris Moro/Filipina. Wujudnya sangat mudah dibedakan dari keris Nusantara lainnya.

Referensi

  1. ↑ Wirosoekadga, Mas Ngabehi. tanpa tahun. Serat Panangguhing Duwung. Sadu Budi. Surakarta. Hal. 7–31.
  2. ↑ dimasukkan dalam tangguh Pajajaran menurut Waluyodipuro, R.T. tanpa tahun. Seserepan bab Dhuwung tuwin ubarampe saha lalajenganipun. Penerbit Inaltu. Surakarta. Hal. 88.
  3. ↑ Oleh pustaka lain disamakan dengan Yogyakarta.


Ikon rintisan

Artikel bertopik senjata ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan