Selasa, 20 Oktober 2026
15:24 WIB
TERKINI
Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari
Tamarix aphylla

Tamarix aphylla

Bagikan:
Tamarix aphylla
250px-Tamaris3.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tamarix aphylla in natural habitat in Algeria
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Angiospermae
Klad: Eudikotil
Ordo: Caryophyllales
Famili: Tamaricaceae
Genus: Tamarix
Spesies:
T. aphylla
Nama binomial
Tamarix aphylla
Sinonim

Tamarix articulata

Tamarix aphylla merupakan spesies Tamarix terbesar (tinggi: mencapai 18 meter atau 60 kaki) . Spesies ini mempunyai sederetan nama daerah, termasuk:

  • Athel pine
  • Athel tree
  • Athel tamarisk
  • saltcedar

Merupakan tumbuhan evergreen, asli tumbuh di Afrika Utara, Timur dan Tengah, sampai ke Timur Tengah, dan mencapai sebagian Asia Barat dan Asia Selatan.

Penggunaan

Tamarix aphylla digunakan sebagai "pemecah angin" (windbreak) dan pohon peneduh dalam pertanian dan hortikultura selama bertahun-tahun, termasuk daerah kering di Amerika Serikat barat serta Australia tengah dan barat. Karena kemampuan beradaptasinya tinggi terhadap kebakaran, dapat digunakan sebagai suatu barier terhadap kebakaran hutan. Kayu tamariska yang kering juga sukar dibakar karena kadar abu tinggi (30-40%) dan kadar garam tinggi pada daun-daunnya. Setelah terbakar, biasanya dapat tumbuh kembali kecuali jika mahkota akarnya turut hancur.[1]

Sejarah

Kebanyakan ahli botani dan sarjana Alkitab meyakini bahwa pohon eshel (tamariska) yang ditanam oleh Abraham dalam Kitab Kejadian pasal 21:33, merupakan Tamarix aphylla,[2] 'Bapa taksonom' Carolus Linnaeus menulis bahwa nama ini diturunkan dari bahasa Yunani kuno: 'a' "tanpa", dan 'phyllon' "daun".[3] Dalam budaya Urdu dan Hindi pohon ini disebut "Farash" (فراش), sementara di Punjabi dinamai "kooan" (کواں). Di Baluchi disebut Shakargaaz atau Siahgaaz[4]

Kimia

2,6-Digalloyl glucose dan 3,6-digalloyl glucose merupakan jenis gallotannin yang ditemukan dalam gall T. aphylla[5]

Referensi

  1. ↑
  2. ↑ "God as gardener ("Allah sebagai pekebun")". Diarsipkan dari asli tanggal 2015-02-05. Diakses tanggal 2015-02-19.
  3. ↑ Liddell, Henry George and Robert Scott (1980). A Greek-English Lexicon (Abridged Edition). United Kingdom: Oxford University Press. ISBN 0-19-910207-4.
  4. ↑ "Salinan arsip" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2012-04-09. Diakses tanggal 2015-02-19.
  5. ↑ Gall polyphenolics of Tamarix aphylla. Mahmoud A.M. Nawwar and Sahar A.M. Hussein, Phytochemistry, July 1994, Volume 36, Issue 4, Pages 1035–1037, DOI:10.1016/S0031-9422(00)90486-2
Tamarix aphylla
Thuja aphylla
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan