Selasa, 29 September 2026
12:43 WIB
TERKINI
Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan

Takhion

Bagikan:
Alt text
Karena takhion selalu bergerak lebih cepat dari cahaya, pengamat tak akan dapat melihatnya mendekat. Setelah takhion melewati pengamat, ia akan bisa melihatnya sedang muncul dan pergi ke arah yang berbeda. Garis hitam merupakan gelombang radiasi Cherenkov yang ditunjukkan hanya dalam satu waktu.

Takhion (bahasa Inggris: tachyon /ˈtæki.ɒn/) adalah partikel hipotetis yang selalu bergerak lebih cepat dari cahaya. Kata ini berasal dari bahasa Yunani:ταχύς atau tachys, yang berarti "cepat", dan istilah ini dibuat oleh Gerald Feinberg.[1] Sebagian besar fisikawan meyakini bahwa partikel yang lebih cepat dari cahaya tidak mungkin ada karena tidak sesuai dengan hukum fisika.[2][3] Jika partikel semacam itu ada, partikel tersebut dapat digunakan untuk membangun antitelepon takhion dan mengirim sinyal yang lebih cepat dari kecepatan cahaya, yang (menurut relativitas khusus) akan berakibat pelanggaran sebab akibat.[3]

Dalam makalahnya yang memperkenalkan istilah takhion pada tahun 1967,[1] Feinberg mengusulkan bahwa takhion mungkin merupakan kuanta medan kuantum dengan masa kuadrat negatif. Namun, ternyata medan massa imajiner tersebut tidak bergerak lebih cepat dari cahaya,[4] dan malah merupakan suatu instabilitas yang disebut kondensasi takhion.[2] Namun, medan massa kuadrat negatif umumnya disebut "medan takhion",[5] yang berperan penting dalam fisika modern.

Meskipun keberadaan partikel yang lebih cepat dari cahaya ditentang, pencarian partikel tersebut tetap dilakukan, dan hingga kini belum ada bukti yang menunjukkan keberadaan partikel ini.[6]

Pada September 2011, dilaporkan bahwa sebuah neutrino tau telah bergerak lebih cepat daripada kecepatan cahaya; однако, pembaruan selanjutnya dari CERN mengenai eksperimen OPERA menunjukkan bahwa hasil pengukuran yang lebih cepat dari cahaya tersebut disebabkan oleh komponen yang rusak dalam sistem penentuan waktu serat optik eksperimen tersebut.[7]

Catatan kaki

  1. 1 2 Feinberg, G. (1967). "Possibility of Faster-Than-Light Particles". Physical Review. 159 (5): 1089–1105. Bibcode:1967PhRv..159.1089F. doi:10.1103/PhysRev.159.1089. Lihat pula artikel Feinberg selanjutnya: Phys. Rev. D 17, 1651 (1978)
  2. 1 2 Lisa Randall, Warped Passages: Unraveling the Mysteries of the Universe's Hidden Dimensions, hal.286: "People initially thought of tachyons as particles travelling faster than the speed of light...But we now know that a tachyon indicates an instability in a theory that contains it. Regrettably for science fiction fans, tachyons are not real physical particles that appear in nature."
  3. 1 2 Tipler, Ralph A.; Llewellyn (2008). Modern Physics (Edisi 5th). New York, NY: W.H. Freeman & Co. hlm. 54. ISBN 978-0-7167-7550-8. ... so existence of particles v > c ... Called tachyons ... would present relativity with serious ... problems of infinite creation energies and causality paradoxes.
  4. ↑ Aharonov, Y.; Komar, A.; Susskind, L. (1969). "Superluminal Behavior, Causality, and Instability". Phys. Rev. 182 ({5}, ). American Physical Society: 1400–1403. Bibcode:1969PhRv..182.1400A. doi:10.1103/PhysRev.182.1400.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)
  5. ↑ A. Sen, "Rolling tachyon," JHEP 0204, 048 (2002). Cited 720 times as of 2/2012.
  6. ↑ Feinberg, G. (1997). "Tachyon". Encyclopedia Americana. Vol. 26. Grolier. hlm. 210.
  7. ↑ "Neutrinos Sent from CERN to Gran Sasso Respect the Cosmic Speed Limit" (Rilis pers). CERN. 8 Juni 2012. Diarsipkan dari asli tanggal 22 Februari 2014. Diakses tanggal 8 Juni 2012.

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Tachyon.
Ikon rintisan

Artikel bertopik fisika ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan