Minggu, 27 September 2026
21:52 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda
Takemikazuchi

Takemikazuchi

250px-Namazu4.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pamflet cukil kayu namazu-e (Oktober 1855) dengan teks lagu penghalau gempa bumi. Dalam pamflet digambarkan Ōnamazu (lele raksasa) dikekang oleh Dewa Kashima, alias Takemikazuchi[1]

Takemikazuchi (建御雷 atau 武甕槌, "Perkasa-Dahsyat-Berkuasa"[2] atau "Dewa Petir")[3] adalah seorang dewa dalam mitologi Jepang, yang bergelar dewa petir[4] dan pedang.[5] Ia juga dipercaya sebagai peserta dalam pertandingan sumo pertama di dunia.

Ia dikenal pula sebagai Kashima-no-kami, dewa utama yang dipuja di kuil Kashima, kota Kashima, Ibaraki (dan di seluruh cabang kuil Kashima).[4][6] Pada namazu-e atau cetakan gambar lele dari zaman Edo, Takemikazuchi/Kashima digambarkan sedang menjinakkan lele raksasa yang dipercaya hidup di kaname-ishi (要石, "pasak bumi") daratan Jepang dan menyebabkan terjadinya gempa.[4][6]

Catatan kaki

  1. ↑ 小向 1992, p.77 carries a comparable namazu-e (鹿島要石真図, which identifies the god as Kashima/Takemikazuchi
  2. ↑ Chamberlain 1919, §VIII, The slaying of the fire-deity, pp.35–
  3. ↑ Aston 1896, pp.28–29;
  4. 1 2 3 Ashkenazi, Michael (2003). Handbook of Japanese Mythology. ABC-CLIO. hlm. 266. ISBN 9781576074671.
  5. ↑ 三品, 彰英 (Shōei Mishina) (1969) [1968], "たけみかづち", 世界百科事典 (Sekai hyakka jiten), vol. 14, Heibonsha, hlm. 367
  6. 1 2 Ouwehand, Cornelis; Logunova, Vera Vasil'evna (1964). Namazu-e and Their Themes: An Interpretative Approach to Some Aspects of Japanese Folk Religion. Brill Archive. hlm. 57-., gives sword as "Itsu-no-o habari"

Referensi

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Takemikazuchi.
Ikon rintisan

Artikel bertopik Mitologi atau cerita rakyat Jepang ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan