Kamis, 22 Oktober 2026
21:39 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal
Tahu fermentasi

Tahu fermentasi

Bagikan:
Tahu fermentasi

330px-Fermentedchilibeancurd.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Tahu fermentasi
Nama Tionghoa
Hanzi: 豆腐乳
Makna harfiah: bean curd cream
Alih aksara
Mandarin
- Hanyu Pinyin: dòufurǔ
- Wade-Giles: tou4-fu0-ju3
Yue (Kantonis)
- Romanisasi Yale: dauh fuh yúh
- Jyutping: dau6 fu6 jyu5
nama alternatif
Hanzi: 腐乳
Alih aksara
Mandarin
- Hanyu Pinyin: fǔrǔ
Kejia (Hakka)
- Romanisasi: fu nen
Yue (Kantonis)
- Romanisasi Yale: fuh yúh
- Jyutping: fu6 jyu5
Nama Vietnam
Vietnam: chao

Tahu fermentasi (juga disebut keju tahu putih, keju tahu, keju kedelai, tahu yang diawetkan, atau sufu) adalah sejenis bahan penyedap Tionghoa berupa tahu olahan dan diawetkan yang digunakan dalam hidangan Asia Timur. Bahan-bahan khasnya adalah kacang kedelai, garam, arak beras, dan minyak wijen atau cuka. Di Tiongkok daratan, produk tersebut sering diedarkan dalam keadaan segar. Pada komunitas Tionghoa perantauan yang tinggal di Asia Tenggara, versi kemasan komersial sering dijual dalam stoples berisi blok-blok berukuran 2 hingga 4 cm persegi dengan ketebalan 1 hingga 2 cm yang direndam dalam air garam dengan perisa pilihan.[1]

330px-Wangzhihe_Fermented_Rose_Bean_Curd_on_shelf_%2820200202160347%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tahu fermentasi merah mawar (玫瑰腐乳)

Dalam bahasa Mandarin, produk ini secara umum dikenal sebagai dòufǔrǔ (豆腐乳), dòurǔ (豆乳), atau fǔrǔ (腐乳), meskipun di Tiongkok barat daya sering dikenal sebagai lǔfǔ (卤腐).

Sejarah

Menurut Kompendium tentang Materia Medica yang ditulis oleh polimatik Tiongkok, Li Shizhen pada masa Dinasti Ming, pembuatan tahu dikaitkan dengan Pangeran Liu An (179―122 SM) dari Dinasti Han, seorang pangeran dari Huainan. Usaha manufaktur tahu dimulai pada masa Dinasti Han di Tiongkok setelah tahu tercipta.[2] Namun masih diperdebatkan apakah Li Shizhen menyebutkan fermentasi tahu. Referensi yang jelas tentang tahu yang difermentasi muncul dalam Penglong Yehua tahun 1610 (蓬櫳夜話), dengan nama haifu (醢腐).[3]: 18 

Pada tahun 1818, Basil Hall dari Inggris menulis tentang suatu bahan berwarna merah mirip keju yang disajikan di Ryukyu; mungkin mengacu pada tahu yang difermentasi. Pada tahun 1855, Baron de Montgaudry, seorang Prancis, mendeskripsikan pembuatan tahu dan tahu yang difermentasi dalam tulisannya.[3]: 5, 23–4 

Nutrisi

250px-HRW_Fermented_Chili_Bean_Curd.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Botol kaca khas berisi tahu cabai fermentasi

Nilai gizi

Tahu yang difermentasi mengandung asam organik, alkohol, ester, dan zat perisa primitif lainnya. Tahu fermentasi mengandung sejumlah besar protein terhidrolisis, asam amino bebas, lemak, karbohidrat, tiamin, riboflavin, asam oksalat, kalsium, fosfor, dan unsur-unsur gizi lainnya. Tahu fermentasi tidak mengandung kolesterol. Jumlah protein dalam tahu fermentasi sekitar 12–22%.[4]

Referensi

  1. ↑ "Chao/Doufu Ru (Fermented Bean Curd)". 19 April 2008. Diakses tanggal 2009-11-21.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Steinkraus, Keith H. (2008). Handbook of indigenous fermented foods. CRC Press. hlm. 633–641. ISBN 978-0-8247-9352-4.
  3. 1 2 Shurtleff, William; Aoyagi, Akiko (2011). History of Fermented Tofu - A Healthy Nondairy / Vegan Cheese (1610-2011). Soyinfo Center. ISBN 9781928914402.
  4. ↑ Li, Y.J. (2006). "Modern research on Chinese sufu". China Brewing. 1: 4–7.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan