Rabu, 14 Oktober 2026
11:27 WIB
TERKINI
Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus Cuaca Lampung Dihantui 289 Titik Panas, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus Cuaca Lampung Dihantui 289 Titik Panas, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas

Abdul Qodim Balubuih

Syekh tarikat di Minangkabau yang menyebarkan Silek Kumango

Bagikan:

Abdul Qadim Balubuih atau lebih dikenal dengan sebutan Balubuih (lahir 1875 – meninggal 1957)[1] adalah seorang ulama sufi dan tokoh pengembang Silek Kumango. Ia mengajar di Surau Belubus dan mempunyai banyak murid dari bebarapa daerah di Sumatra. Surau Belubus adalah salah satu pusat Tarekat Naqsabandiyah di Minangkabau.[2]

Balubuih menghabiskan masa kecilnya dengan belajar ilmu agama. Ia berguru kepada beberapa ulama terkemuka seperti Abdurrahman Batuhampar (kakek Mohammad Hatta), Muhammad Saleh Padangkandih, dan Abdurahman Kumango. Dari guru gurunya tersebut, ia menerima bebearap ijazah, salah satunya ijazah Tarekat Samaniyah dari Syekh Abdurahman Kumango.[2]

Setelah berguru dari beberapa syekh, ia membina surau di Balubuih, tepatnya di Jorong Balubuih, Nagari Sungai Talang, Guguak, Kabupaten Lima Puluh Kota. Surau ini berada di areal persawahan yang memiliki suasana yang tenang untuk belajar dan berlatih ilmu sufi. Surau ini terdiri dari beberapa ruangan, selain kamar syekh, terdapat ruang shalat berjemaah dan tempat suluk ketika Ramadhan dan bulan Zulhijjah.[2]

Di samping surau, terdapat dua ruangan batu yang terdiri atas dua lantai, yang digunakan untuk latihan Silek Kumango. Pelajaran Silek Kumango terdiri atas beberapa bagian. Pertama, murid diajarkan melangkah (kuda-kuda). Setelah itu, diajari gerakan pacah anam, yaitu enam kelompok gerakan ketika berhadapan dengan lawan.[2]

Karya

  • As-Sa’adatul Abdiyah fima Ja’a bihin Naqsyabandiyah (2 edisi)
  • Risalah Tsabitul Qulub (2 jilid)
  • Al-Manak

Referensi

  1. ↑ "BEBERAPA FAKTA TENTANG ARIF BILLAH SYAIKH BALUBUIH/ BELUBUS". Impiannews. Diakses tanggal 2019-12-27.
  2. 1 2 3 4 2018. Ensilokpedia Silek Minangkabau. Padang: Dinas Kebudayaan Sumatera Barat. hal. 154-155.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan