Senin, 12 Oktober 2026
14:55 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM

Syamsul Balda

politikus Indonesia

Bagikan:
Syamsul Balda
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia
Masa jabatan
24 Maret 2000 –30 September 2004
PresidenAbdurrahman Wahid
Megawati Soekarnoputri
KetuaAkbar Tandjung
PendahuluNur Mahmudi Ismail
Daerah pemilihanDKI Jakarta
Informasi pribadi
Lahir1964 (umur 61–62)
Partai politikPartai Keadilan (1998–2003)
Independen (sejak 2003)
PendidikanUniversitas Sebelas Maret
IPMI Jakarta
Universitas Indonesia
Iowa State University
Ohio State University
ProfesiPengusaha
Penulis
Politikus

Dr. Syamsul Balda, S.E., M.B.A., M.Sc., CH, CHt (lahir 1964)[1] adalah seorang pengusaha dan politikus Indonesia yang pernah menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dalam Pergantian Antar Waktu sisa masa jabatan 1999–2004 menggantikan Nur Mahmudi Ismail yang dilantik menjadi Menteri Kehutanan dan Perkebunan Indonesia di Kabinet Persatuan Nasional.

Ia merupakan salah satu pendiri Partai Keadilan yang menjabat sebagai Wakil Presiden dan keluar dari partai tersebut sejak berganti nama menjadi Partai Keadilan Sejahtera. Namun, setelah selesai menjabat sebagai anggota DPR RI, ia menyatakan untuk tidak terlibat kembali dalam dunia politik karena ia merasa tidak ada partai politik yang sifatnya idealis.[2]

Pendidikan

Karier

Penghargaan

  • Citra Adhidharma Nusantara; anggota legislatif paling berprestasi oleh Asosiasi Jurnalis Indonesia (6 Juli 2002).
  • The Indonesian Best Executive Golden Award; Eksekutif Perusahaan Terproduktif oleh Unication Journalist and Research Consultant (15 Februari 2005).
  • Citra Eksekutif dan Profesional Indonesia; Pengusaha Peduli Masyarakat oleh Media Executive dan Citra Manajemen Award (1 November 2006).

Kontroversi

Forum Kader Peduli

Forum Kader Peduli, berdiri pada September 2008 dan berpusat di Masjid Al Hikmah Mampang Prapatan, tempat PKS pertama kali dideklarasikan. Tokoh penting yang jadi pentolan di forum ini antara lain Yusuf Supendi, salah satu deklarator Partai Keadilan. Namun di balik Yusuf, ada lagi tokoh yang lebih berpengaruh yakni Syamsul Balda, mantan wakil presiden Partai Keadilan. Forum ini ditujukan untuk "membeberkan" "borok" para petinggi PKS saat itu.[3]

Tuduhan terhadap Yusuf Supendi

Meski telah keluar dari Partai Keadilan (sekarang bernama Partai Keadilan Sejahtera), Syamsul berani mengomentari terkait tuduhan penggelapan uang partai oleh Yusuf Supendi.[4] Ia menyebut Yusuf memiliki bukti dan saksi sehingga dituduh bahwa Yusuf telah menggelapkan uang partai.[5] Bahkan, ia menyebutkan bahwa PKS lebih pragmatis dibanding dengan PK yang lebih idealis. Atas komentar tersebut, PKS menanggapi bahwa ia tidak pantas untuk berkomentar mengenai kasus yang melibatkan Yusuf, karena Syamsul bukan lagi sebagai kader PKS.[6]

Referensi

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi politikus Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan