Senin, 12 Oktober 2026
21:53 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM

Suryadi Asmi

Bagikan:
Suryadi Asmi
Lahir21 Desember 1954 (umur 71)
Almamater
PekerjaanBankir, profesional
Anak4

Suryadi Asmi gelar Datuak Rajo Nan Sati (lahir 21 Desember 1954) adalah seorang ekonom, bankir dan profesional Indonesia. Dia menjabat sebagai Direktur Utama Bank Pembangunan Daerah milik Pemerintah Daerah (Pemda) Sumatera Barat, Bank Nagari periode 2008 hingga 2016.[1]

Kehidupan

Karier

Suryadi Asmi memulai karier di Bank Nagari pada 1982 sebagai petugas bagian penilaian kantor pusat. Ia tercatat pernah menjabat sebagai kepala cabang Sawahlunto, Payakumbuh dan Solok. Kemudian ia pernah menjabat Pemimpin Divisi Perkreditan, Divisi Treasury pada 1999, Pemimpin Cabang Jakarta, Pemimpin Divisi Keuangan pada 2003, dan Direktur Pemasaran Bank Nagari sejak 2004 hingga 2007. Ia diangkat sebagai Direktur Utama Bank Nagari periode 2008-2012 dan 2012–2016.[2]

Di bawah kepemimpinannya Bank Nagari mencatatkan aset sebesar Rp.14 triliun pada 2012. Kemudian pada Desember 2012, Suryadi Asmi menerima penghargaan sebagai CEO terbaik Bank Pembangunan Daerah seluruh Indonesia. Penghargaan tersebut diberikan oleh Majalah Business Review dan Perbanas Institute dalam acara Anugerah Perbankan Indonesia 2012 yang diselenggarakan di Jakarta. Sebelumnya, masih pada tahun yang sama, Bank Nagari yang dipimpinnya juga meraih penghargaan Peringkat 2 The Best Bank 2012 in Good Corporate Governance (GCG) untuk bank beraset diatas Rp. 2 Triliun dan Peringkat 2 The Best Bank in Coorporate Social Responbility (CSR).[3]

Pendidikan

Suryadi menamatkan pendidikan dasar dan menengah di kota kelahirannya, Sungai Penuh, Jambi. SMP ia tamatkan pada tahun 1970 di SMP No 1, dan menengah atas di SMAN Sungai Penuh pada tahun 1973. Ia melanjutkan pendidikan tingginya ke Universitas Andalas, Padang, dan berhasil meraih gelar sarjana (S1) pada tahun 1981, sedangkan gelar Magister Management (Master) ia dapatkan dari Universitas Negeri Padang, pada tahun 2005.[butuh rujukan]

Sosial kemasyarakatan

Dalam sosial kemasyarakatan, Suryadi Asmi diserahi amanah sebagai Sekretaris Alumni Fakultas Ekonomi Unand, Ketua Umum Solok Saiyo Sakato (S3) Padang dan salah seorang Ketua Solok Saiyo Sakato Pusat, Jakarta. Sejak tanggal 8 Agustus 2009 Suryadi Asmi juga resmi menyandang gelar Datuk Rajo Nan Sati sebagai Penghulu kaum suku (klan) Koto Saniangbaka pada suatu acara "Batagak Panghulu" dalam adat Minangkabau yang dihadiri oleh beberapa tokoh Minang, diantaranya Azwar Anas, Leonardy Harmainy (Ketua DPRD Sumbar), Vita Gamawan Fauzi, Marwan Paris, Fauzi Bahar dan lain-lain.[4]

Kehidupan pribadi

Suryadi lahir di Sungai Penuh, Jambi pada 21 Desember 1954. Ia merupakan putra ketiga di antara sembilan bersaudara dari seorang ayah yang bernama Asmi St. Sinaro Bungsu dan ibu bernama Rohani yang berasal dari Saniangbaka, Solok, Sumatera Barat. Ayahnya adalah seorang pedagang hasil bumi di Sungai Penuh, Jambi.

Suryadi menikah pada tahun 1979 dengan Syamsurmaini, seorang wanita kelahiran Padangpanjang. Pernikahan mereka telah dikarunia seorang putri dan tiga orang putra, yaitu Nana Maya Suryana, Fandy Suryadi, Riyadi Suryananda dan Ferdhanata.[butuh rujukan]

Penghargaan

Pribadi

Referensi

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan