Senin, 02 November 2026
01:35 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Surur (qiyan)

Bagikan:

Surur (aktif sekitar tahun 1193) adalah seorang qiyan (budak penyanyi) yang juga merupakan penyair dan musikus, yang aktif di Mesir pada masa Ayyubiyah. Ia adalah budak selir kerajaan milik Sultan Al-Aziz Utsman (memerintah 1193–1198).

Surur digambarkan sebagai seorang penyanyi yang cantik dan berbakat. Ia dibesarkan sebagai budak di Kairo, tempat ia diajarkan membaca dan menulis serta mempelajari Al-Qur'an, sastra, dan puisi agar dapat menjadi seorang penghibur qiyan. Pada masa pemerintahan Sultan Salahuddin (memerintah 1171–1193), ia berkenalan dengan putra mahkota, Pangeran Al-Aziz Utsman, yang tertarik kepadanya tetapi tidak membelinya selama ayahnya masih hidup karena khawatir ayahnya tidak akan menyetujuinya. Pada masa itu, Surur dan sang pangeran saling berkirim surat.[1]

Ketika Al-Aziz Utsman menjadi sultan pada tahun 1193, ia membeli Surur untuk dimasukkan ke dalam harem Ayyubiyah dan menjadikannya selir. Surur digambarkan sebagai selir budak favorit sang sultan. Kedudukannya sempat terganggu ketika sultan mulai menyukai selir budak lain bernama Uluf, tetapi ia kembali memperoleh perhatian Al-Aziz setelah sang sultan merasa bosan terhadap Uluf.[1]

Dalam sastra Arab klasik, Surur dicantumkan dalam Masalik al-Absar fi Mamalik al-Amsar karya Ibn Fadlallah al-Umari (1301–1349), sebuah karya utama yang membahas para penyanyi budak terkenal dalam sejarah.[1]

Referensi

  1. 1 2 3 Yasemin Gökpinar: Der ṭarab der Sängersklavinnen: Masālik al-abṣār fī mamālik al-amṣār von Ibn Faḍlallāh al-ʿUmarī (gest. 749/1349): Textkritische Edition des 10. Kapitels Ahl ʿilm al-mūsīqī mit kommentierter Übersetzung, Ergon Verlag, Baden-Baden 2021, S. 260–263.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan