Surur (aktif sekitar tahun 1193) adalah seorang qiyan (budak penyanyi) yang juga merupakan penyair dan musikus, yang aktif di Mesir pada masa Ayyubiyah. Ia adalah budak selir kerajaan milik Sultan Al-Aziz Utsman (memerintah 1193–1198).
Surur digambarkan sebagai seorang penyanyi yang cantik dan berbakat. Ia dibesarkan sebagai budak di Kairo, tempat ia diajarkan membaca dan menulis serta mempelajari Al-Qur'an, sastra, dan puisi agar dapat menjadi seorang penghibur qiyan. Pada masa pemerintahan Sultan Salahuddin (memerintah 1171–1193), ia berkenalan dengan putra mahkota, Pangeran Al-Aziz Utsman, yang tertarik kepadanya tetapi tidak membelinya selama ayahnya masih hidup karena khawatir ayahnya tidak akan menyetujuinya. Pada masa itu, Surur dan sang pangeran saling berkirim surat.[1]
Ketika Al-Aziz Utsman menjadi sultan pada tahun 1193, ia membeli Surur untuk dimasukkan ke dalam harem Ayyubiyah dan menjadikannya selir. Surur digambarkan sebagai selir budak favorit sang sultan. Kedudukannya sempat terganggu ketika sultan mulai menyukai selir budak lain bernama Uluf, tetapi ia kembali memperoleh perhatian Al-Aziz setelah sang sultan merasa bosan terhadap Uluf.[1]
Dalam sastra Arab klasik, Surur dicantumkan dalam Masalik al-Absar fi Mamalik al-Amsar karya Ibn Fadlallah al-Umari (1301–1349), sebuah karya utama yang membahas para penyanyi budak terkenal dalam sejarah.[1]