Panglima Sekutu Tertinggi (Supreme Allied Commander) adalah sebuah gelar yang dipegang oleh panglima paling senior dalam aliansi militer multi-nasional. Ini bermula sebagai istilah yang dipakai oleh Sekutu Barat pada Perang Dunia II, dan sekarang hanya dipakai dalam NATO. Komandan Sekutu Tertinggi Eropa di NATO saat ini adalah Jenderal AS Curtis M. Scaparrotti.
Sejarah
Perang Dunia II
Selama Perang Dunia II, para pemimpin Sekutu menunjuk Panglima Tertinggi Sekutu untuk memimpin pasukan tempur multinasional dan multidisiplin di suatu wilayah atau medan perang tertentu.[1] Para Panglima Tertinggi Sekutu ini diberi kendali operasional atas seluruh unit udara, darat, dan laut di wilayah operasi tersebut.[1] Dalam kasus-kasus lain, para komandan senior diberi gelar Panglima Tertinggi.[2] Mereka diantara lain adalah:
- Jenderal Besar Dwight D. Eisenhower (SCAEF)
- Marsekal Lapangan Henry Maitland Wilson (SACM)
- Marsekal Lapangan Harold Alexander (SACM)
- Laksamana Lord Louis Mountbatten (SACSEA)
- Generalissimo Chiang Kai-shek (SAC-China)
- Jenderal Besar Douglas MacArthur (SACSWPA)
Secara tidak resmi, Josef Stalin menyatakan dirinya sebagai Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Soviet.[3] Pada 14 Mei 1943, Stalin menamai dirinya sebagai Marsekal Uni Soviet.[4]
Referensi
- 1 2 "Allied Commanders". D-Day Revisited (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diakses tanggal 2026-07-14.
- ↑ Hone, Trent (2024-03-26). "HORSESHOES, RELATIONSHIPS, AND SHARED UNDERSTANDING: CHESTER NIMITZ'S ART OF COMMAND". War Room - U.S. Army War College (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-07-14.
- ↑ "Joseph Stalin | History | Research Starters | EBSCO Research". EBSCO (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-07-14.
- ↑ "1943. Stalin Names Himself Marshal of the Soviet Union". Diakses tanggal 2026-07-14.