Selasa, 03 November 2026
22:45 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Supernova tipe I

Supernova tipe I

jenis ledakan supernova

Bagikan:
250px-Accretion_Disk_Binary_System.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ilustrasi supernova tipe Ia,yang terjadi ketika sepasang bintang yang salah satunya katai putih, menghisap gas terlalu banyak dari pendampingnya yang menghasilkan supernova.

Supernova tipe I adalah ledakan termonuklir dari bintang tua bermassa rendah. Supernova tipe I tidak menunjukkan garis hidrogen dalam spektrumnya. Supernova tipe I dapat disubklasifikasi lebih lanjut menjadi tiga subkelompok: supernova tipe Ia, supernova tipe Ib/c. Supernova tipe Ia, dan supernova yang tidak menunjukkan fitur ini; kelompok terakhir ini disebut sebagai supernova tipe Ib/c berdasarkan spektrumnya. Supernova tipe Ia merupakan ledakan nuklir perlarian yang tidak memancarkan neutrino sementara supernova tipe Ib/c mengalami keruntuhan inti seperti supernova tipe II dan memancarkan neutrino.[1][2][3][4]

Pembentukan

Untuk supernova tipe Ia, terjadi dalam sistem biner, di mana satu bintang dalam pasangan ini adalah katai putih. Bintang pendamping dapat berupa bintang jenis lain, seperti bintang raksasa merah, deret utama, atau bahkan katai putih lainnya. Yang penting adalah mereka cukup dekat sehingga katai putih dapat mencuri materi dari pasangannya, dan membangunnya seperti selimut potensi ledakan yang menutupinya. Ketika jumlah yang dicuri mencapai massa Chandrasekhar, 1,4 kali massa Matahari, terganggu oleh fusi termonuklir karbon-oksigen, katai putih meledak sebagai supernova dan menguap sepenuhnya.[5][6]

Supernova tipe Ib/Ic terbentuk ketika sebuah bintang masif runtuh karena gravitasinya sendiri. Bedanya, pada supernova tipe Ib, selubung terluarnya yang berisi hidrogen terlepas dari bintang ini. Supernova tidak memiliki garis silikon. Sementara supernova tipe Ic adalah bintang-bintang yang memiliki lapisan hidrogen dan helium yang terkelupas selama hidup mereka. Supernova ini tidak memiliki silikon dan juga helium.[6][7]

Referensi

  1. ↑ "What are Supernovae?". spider.ipac.caltech.edu. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-11-14. Diakses tanggal 2020-09-24.
  2. ↑ "A Field Guide to Supernova Spectra". Sky & Telescope (dalam bahasa American English). 2006-07-21. Diakses tanggal 2020-09-24.
  3. ↑ "Supernova". www.sun.org. Diakses tanggal 2020-09-24.
  4. ↑ "Supernova - Type I supernovae". Encyclopedia Britannica (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-09-24.
  5. ↑ "What are the Different Kinds of Supernovae?". Universe Today (dalam bahasa American English). 2016-03-14. Diakses tanggal 2020-09-24.
  6. 1 2 Hillebrandt, Wolfgang; Niemeyer, Jens C. (2000-09-01). "Type Ia Supernova Explosion Models". Annual Review of Astronomy and Astrophysics. 38 (1): 191–230. doi:10.1146/annurev.astro.38.1.191. ISSN 0066-4146. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-03-04. Diakses tanggal 2020-09-24.
  7. ↑ "Professor Robert B. Laughlin, Department of Physics, Stanford University". large.stanford.edu. Diakses tanggal 2020-09-24.

Lihat pula


Ikon rintisan

Artikel bertopik astronomi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan