Kamis, 15 Oktober 2026
12:17 WIB
TERKINI
Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus
Kali Mas

Kali Mas

sungai di Provinsi Jawa Timur

Bagikan:
250px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Luchtfoto_van_Soerabaia_in_het_midden_de_Roode_Brug_over_de_Kali_Mas_TMnr_10014813.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pemandangan udara Kali Mas melintasi Surabaya. Jembatan Merah ada di tengah.

Kali Mas ("Sungai Emas" dalam bahasa Jawa), juga dikenal sebagai Kali Surabaya,[1] adalah anak sungai dari Sungai Brantas di Jawa Timur, yang mengalir ke arah timur laut menuju Selat Madura. Sungai ini juga menjadi bagian dari perbatasan antara Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Gresik di Jawa Timur, Indonesia.

Sejarah

250px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Het_laden_en_lossen_van_vracht_op_de_Willemskade_langs_de_Kali_Mas_Soerabaja_TMnr_60011840.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Perahu di Kali Mas di "Willemskade" pada akhir abad ke-19
250px-Kali_Mas%2C_Surabaja.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kali Mas di Surabaya sekitar tahun 1900
250px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Gezicht_op_de_Kali_Mas_vanaf_Seinstation_Soerabaia_TMnr_10014817.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kali Mas di Surabaya, pada awal abad ke-20.

Muara Kali Mas di Surabaya adalah pelabuhan tradisional yang telah digunakan sejak berabad-abad lalu. Pada masa lalu, muara Kali Mas menjadi pintu gerbang menuju ibu kota Kerajaan Majapahit di Trowulan, dan di sekitar Kali Mas pun pernah terjadi pertempuran antara Raden Wijaya (pendiri Majapahit) melawan pasukan Tartar (di bawah dinasti Mongol) pada abad ke-13.

Sejak Indonesia dikuasai oleh VOC, Kali Mas menjadi salah satu prasarana transportasi air yang sangat ramai. Sampan dan perahu kecil hilir mudik di Kali Mas untuk mengangkut komoditas dan ikan-ikan hasil tangkapan nelayan dari Pelabuhan Tanjung Perak. Mereka membawa masuk komoditas tersebut ke daerah pedalaman kota, mulai dari Kembang Jepun (pecinan di Surabaya) hingga ke daerah Kayun (sekarang menjadi lokasi Plaza Surabaya). Di Kayun, bahkan pernah ada jembatan gantung yang dapat diangkat saat ada kapal komoditas yang akan melintas di bawahnya. Kini jembatan tersebut sudah tidak dapat diangkat lagi.

Antara tahun 1974 hingga 1981, dilakukan perbaikan terhadap kondisi Kali Mas, yang meliputi perbaikan alur, rekonstruksi Pintu Air Gunungsari, serta motorisasi Pintu Air Mlirip (Rolak Telu) dan Pintu Air Jagir.[2]

Referensi

  1. ↑ "Asal Usul Kalimas yang Membelah Surabaya jadi Brang Kulon dan Brang Wetan". Radar Surabaya. 16 Mei 2023. Diakses tanggal 28 Maret 2024.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Development of the Brantas River Basin (part 10) (PDF) (dalam bahasa Inggris). Tokyo: JICA. 1998. hlm. 213.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan