Kamis, 22 Oktober 2026
05:55 WIB
TERKINI
Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama
Sungai Lohit

Sungai Lohit

Bagikan:
250px-Lohit_river.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Aliran sungai Lohit yang melintas di wilayah negara bagian Arunachal Pradesh.

Sungai Lohit adalah sebuah sungai yang melintasi wilayah Tibet Timur ke negara bagian Arunachal Pradesh dan Assam di India. Aliran sungai Lohit berakhir setelah menyatu dengan aliran sungai Brahmaputra di Assam. Luas daerah tangkapan air dari sungai Lohit sekitar 29.487 km2 dengan pola aliran menyerupai ranting pohon yang terbentuk oleh anak-anak sungainya. Pada daerah tangkapan air sungai Lohit terdapat air terjun dan jeram. Sungai Lohit membawa sedimen terutama pasir.

Daerah aliran sungai

250px-Ganges-Brahmaputra-Meghna_basins.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Daerah aliran sungai Lohit dari Tiongkok ke India (pojok kanan atas).

Hulu sungai Lohit berhulu berada di puncak-puncak pegunungan di Tibet Timur yang tertutup salju. Ketinggian hulu sungai Lohit sekitar 6.190 meter di atas permukaan laut.[1] Hulu sungai Lohit dikenal dengan nama sungai Zayul. Dari hulunya, sungai Lohit mengalir ke selatan hingga memasuki Distrik Lohit, Arunachal Pradesh. Sungai Lohit melintasi wilayah India melalui Desa Kibithu. Sungai Lohit kemudian melintasi bagian tengah Distrik Lohit dari arah timur ke barat.[2] Aliran sungai Lohit kemudian melintasi wilayah negara bagian Arunachal Pradesh dan Assam.[1] Di Assam, aliran sungai Lohit setelah menyatu dengan sungai Brahmaputra.[2]

Daerah tangkapan air

250px-Lohit_River_Basin.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pola aliran sungai menyerupai ranting pohon yang terbentuk oleh anak-anak sungai Lohit.

Luas daerah tangkapan air dari sungai Lohit sekitar 29.487 km2. Di India, luas daerah tangkapan air dari sungai Lohit sekitar 14.453 km2.[1] Daerah tangkapan air di sungai Lohit sebagian besar mengalami musim hujan dengan iklim tropis dan memiliki hutan campuran yang lebat yang mendukung pengumpulan air. Selain itu, pengumpulan air di daerah tangkapan air sungai Lohit didukung oleh kondisi perbukitan yang memiliki ngarai yang curam dan lembah yang dalam dan terjal.[3]

Daerah tangkapan air dari sungai Lohit membentuk pola aliran sungai menyerupai ranting pohon. Pola ranting pohon terbentuk oleh anak-anak sungai yang mengalir ke sungai Lohit.[3] Anak sungai yang utama pada sungai Lohit adalah sungai Kamlong, sungai Lam, sungai Tezu, sungai Tabang, sungai Metzu, dan sungai Tenga Pani. Semua anak sungai utama dari sungai Lohit mengalir sepanjang tahun sehingga aliran sungai Lohit juga mengalir sepanjang tahun.[2]

Sungai Lohit memiliki kemiringan yang curam sehingga pada beberapa lokasi menghasilkan aliran air yang bergolak. Fitur yang umum ditemukan pada daerah tangkapan air sungai Lohit adalah air terjun dan jeram.[3] Air dari sungai Lohit mengalir ke sistem sungai Brahmaputra dengan volume rata-rata sebanyak 44.243 juta m3 per tahun.[1]

Sedimentasi

Sedimen dari sungai Lohit terbawa oleh aliran sungainya hingga ke pertemuan dengan sungai Brahmaputra. Jenis sedimen dari sungai Lohit berupa pasir, lanau dan tanah liat. Pasir menjadi jenis sedimen paling banyak yang terbawa oleh aliran sungai Lohit dengan persentase sebesar 97–99,5%. Sedangkan lanau hanya terbawa sekitar 0,5–0,75% dan dan tanah liat sekitar 0,0–2,25%.[4]

Referensi

Catatan kaki

  1. 1 2 3 4 Arjun, Sakthivel dan Kalra 2017, hlm. 7.
  2. 1 2 3 Central Ground Water Board North Eastern Region (September 2013). Ground Water Information Booklet: Lohit District, Arunachal Pradesh (PDF) (dalam bahasa Inggris). Guwahati: Central Ground Water Board North Eastern Region, Ministry of Water Resources. hlm. 4.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. 1 2 3 Arjun, Sakthivel dan Kalra 2017, hlm. 8.
  4. ↑ The Project Monitoring & Documentation Section, Central Inland Fisheries Research Institute (2000). Ecology and Production Dynamics of River Brahmaputra with Special Emphasis on its Tributaries (PDF) (dalam bahasa Inggris). Barrackpore: The Director, Central Inland Fisheries Research Institute. hlm. 5. ISSN 0970-616X.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Daftar pustaka

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan