Rabu, 28 Oktober 2026
02:38 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Sultan Said Ali bin Said Umar

Sultan Said Ali bin Said Umar

Bagikan:
Said Ali bin Said Umar
(Arab)سلطان علي بن سعد عمر
330px-Franz_Sikora_038.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sultan Said Ali bin Said Umar, Sultan Komoro Besar (1897)
Tempat matiTamatave, 10 Februari 1916[1]

Sultan Said Ali bin Said Umar (bahasa Arab: سلطان علي بن سعد عمر) (lahir tidak diketahui, meninggal pada 10 Februari 1916 di Tamatave) adalah sultan atau raja dari kesultanan Bambao di Komoro.[1]Sultan Said Ali bin Said Umar menyatukan sebelas kesultanan yang ada di Komoro Besar dan menjadi sultan pertama dan terakhir yang terpenting di Komoro.

Sejarah

Pada tahun 1866 kesultanan besar di pulau Anjouan dibuat oleh protektorat Prancis. Pada saat itu Prancis, Inggris, dan Jerman ingin menguasai pemerintahan dan perdagangan di kepulauan Komoro.

Pada tanggal 24 Juni 1886, pulau Komoro Besar (pulau Ngazidja menurut bahasa setempat) dan pulau-pulau di sekitarnya terdiri dari sebelas kesultanan. Namun pada tahun 1886 sultan dari kesultanan Bambao menyatukan kesultanan-kesultanan tersebut.

Catatan kaki

Lihat pula


Komoro

Artikel bertopik Komoro ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh Sultan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan