Sabtu, 26 September 2026
16:25 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG

Sultan Sahak

Sultan Sahak atau Sultan Ishaq Barzanjî[1] (bahasa Kurdi:سوڵتان سەھاک;[2] fl. akhir abad ke-14 hingga awal abad ke-15[3]) adalah seorang pemimpin agama Kurdi yang mereformasi kepercayaan Yarsanisme modern dan terlebih lagi dianggap sebagai salah satu dari tujuh inkarnasi Tuhan. Semasa hidupnya, ia berperan menyampaikan wahyu kepada para malaikat dan murid-muridnya.[1][4] Banyak pemimpin Yarsan berikutnya yang melacak silsilah mereka hingga ke Sultan Sahak.[4]

Kehidupan

Tidak ada konsensus tentang kapan Sultan Sahak hidup. Sarjana Sadigh Safizadeh memperkirakan tanggal lahirnya antara 1053 dan 1215 Masehi. Sumber Yarsan menganggap munculnya Sultan Sahak ada pada akhir abad ke-7. Namun, kemungkinan besar dia hidup di sekitar akhir zaman Mongol dan kebangkitan Timur Lenk karena telah dikisahkan bahwa Timur Lenk sendiri yang bertemu dengan Sultan.[5][6]

Sultan Sahak lahir dari keluarga miskin[3] di Barzinjah dekat Sulaimaniyah dan berasal dari garis Syekh Kurdi yang terkenal.[7] Keluarganya telah pindah ke wilayah tersebut dari Hamadan, jauh sebelum kelahirannya.[5] Ibunya, Khatun Dayerah adalah putri Hasan Beg yang terkenal dari suku Jaff, sedangkan ayahnya Syekh Isa, putra dari Sayyid Ali Barzanji Gorani,[5] yang merupakan seorang mursyid. Menurut mitologi Yarsan, kelahirannya ajaib karena ia muncul dalam bentuk elang dewa.[7]

Dikatakan bahwa dia belajar di bawah bimbingan Mullah Ilyas Shahrazuri sebelum menetap di Baghdad dan dia belajar di Madrasah Al-Nizamiyyah yang terkenal. Dia kemudian melakukan perjalanan ke Damaskus dan Makkah untuk berziarah. Dia kembali ke Kurdistan dan membangun masjid di Barzinjah untuk membimbing masyarakat setempat.[1] Setelah kematian ayahnya, Sultan mengalami konflik dengan saudara laki-lakinya dan dia memutuskan untuk menetap di desa Sheykhan di Hawraman di mana dia mendirikan kembali agama Yarsan. Namun kisah ini ditolak oleh tradisi Yarsan.[8]

Sultan Sahak adalah seorang pemimpin Darwis dan memiliki dua belas ribu pengikut di Hawraman saja. Dari pengikutnya, dia memilih empat orang (Benyamin, Piri Musi, Dawud dan Razbar) untuk memimpin ajaran agama. Keempat murid ini kemudian dianggap malaikat dalam Yarsanisme.[7] Kitab suci utama Yarsanisme, yaitu Kalâm-e Saranjâm, ditulis ketika Sultan Sahak tinggal di desa Sheykhan.[9] Ia meninggal di dekat desa Sheykhan di Sungai Sirvan. Ketika Vladimir Minorsky mengunjungi situsnya pada tahun 1914, dia dengan jelas menggambarkan lokasi dan ritual yang terkait dengan kuburan tersebut.[10]

Catatan

  1. 1 2 3 Vali (2008), hlm. 47.
  2. ↑ "گالەری: چەند دێڕێک لەبارەی ئایینی کاکەیی". Rûdaw (dalam bahasa Kurdi). 27 April 2014. Diakses tanggal 18 Desember 2021.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. 1 2 Hamzeh'ee (1990), hlm. 57.
  4. 1 2 Matti (1988), hlm. 214.
  5. 1 2 3 Shams (2016).
  6. ↑ Hamzeh'ee (1990), hlm. 58.
  7. 1 2 3 Matti (1988), hlm. 216.
  8. ↑ Vali (2008).
  9. ↑ Hosseini (2020), hlm. 93-94.
  10. ↑ Matti (1988), hlm. 215.

Daftar pustaka

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan