Jumat, 25 September 2026
15:42 WIB
TERKINI
Berita KAI Siap Gerakkan Rail Clinic ke Pelosok, Perluas Akses Kesehatan Masyarakat Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Berita KAI Siap Gerakkan Rail Clinic ke Pelosok, Perluas Akses Kesehatan Masyarakat Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara

Sultan Hadlirin

Copyright
Sebagian atau keseluruhan dari artikel ini dicurigai telah melanggar hak cipta dari tulisan pihak di luar Wikipedia, dan selanjutnya akan dimasukkan dalam daftar Wikipedia:Artikel bermasalah hak cipta:

Disarankan untuk tidak melakukan perubahan apapun sampai masalah pelanggaran hak cipta di artikel ini diteliti pengguna lain dan diputuskan melalui konsensus

  • Jika Anda ingin menulis ulang artikel ini sebagai tulisan yang sama sekali baru, untuk sementara tuliskan di sini.
Berikan komentar mengenai hal tersebut di halaman diskusi artikel ini.
Perhatikan bahwa hanya mengubah sedikit atau beberapa bagian dari tulisan asli tidak cukup untuk menghilangkan pelanggaran hak cipta dari tulisan ini. Lebih baik membangun kembali artikel ini dari awal sedikit demi sedikit daripada membajak tulisan orang lain demi sebuah artikel besar.
  • Jika Anda sebenarnya memang adalah pemilik sumber tulisan asli yang dimaksudkan (dan termasuk pula pemilik bukti tulisan yang menjadi dasar kecurigaan pelanggaran hak cipta), dan ingin membebaskan hak cipta tulisan tersebut sesuai GNU Free Documentation License:
berikan keterangan di halaman diskusi artikel ini, kemudian bisa menampilkan pesan izin tersebut di halaman aslinya, atau berikan izin tertulis ke Wikipedia melalui email yang alamatnya tersangkut langsung dengan sumber tersebut ke alamat [email protected] atau surat tertulis ke Wikimedia Foundation. Berikan izin secara eksplisit bahwa tulisan tersebut telah dibebaskan ke dalam lisensi CC BY-SA 3.0 dan lisensi GFDL.
  • Jika tulisan bukti memang berada di wilayah lisensi yang bisa untuk dipublikasikan di Wikipedia,:
Jelaskan hal tersebut di halaman diskusi artikel ini, dengan bukti referensi yang tepat dan benar.

Kecuali kecurigaan hak cipta ini bisa dibuktikan salah dalam waktu paling lambat dua minggu, artikel ini akan dihapus

  • Memuat artikel yang melanggar hak cipta adalah pelanggaran hukum dan tidak sesuai dengan Kebijakan Wikipedia.
  • Jika Anda memiliki pertanyaan mengenai hak cipta, silakan lihat Hak cipta.
  • Pengguna yang secara berulang memuat artikel yang melanggar hak cipta akan diblokir dari hak penyuntingan.
  • Untuk sementara, pemuatan asli masih bisa dilihat melalui di halaman versi terdahulu.
  • Anda dipersilakan memuat kontibusi orisinil.

Abdurrahman
GelarSultan Hadlirin
Sunan Hadiri
Pangeran Kalinyamat
Nasabbin Sultan Mughayat Syah
NisbahAr Rumi
LahirPangeran Toyib
Kesultanan Aceh
Meninggal1549
Jepara, Kalinyamat
Penyebab kematianMeninggal dibunuh pasukan Arya Penangsang setelah pulang dari Kediaman Sunan Kudus
Dimakamkan diMantingan, Tahunan, Jepara
Nama lainPangeran Toyib
Tjie Bin Thang
Win-tang
Kebangsaan- Kesultanan Aceh

- Kesultanan Demak

- Kesultanan Kalinyamat
PekerjaanSultan Kalinyamat (1536 - 1549)
DenominasiSunni
Murid dariSultan Mughayat Syah, Sunan Kudus Dan Guru-guru lainnya
Sultan Kalinyamat
1536 - 1549
PendahuluTidak ada
PenerusRatu Kalinyamat
IstriRatu Kalinyamat
Orang tuaSultan Mughayat Syah (ayah)

Sayyid Abdurrahman Ar Rumi atau Sultan Hadlirin[1] adalah gelar dari Kesultanan Demak kepada Sultan Kerajaan Kalinyamat yang bernama Toyib. Dia di beri gelar Sultan Hadlirin karena dia adalah pendatang yang hadir ke Jepara untuk menyebarkan Agama Islam. Sultan Hadliri mempunyai Istri yang berasal dari Kesultanan Demak yaitu Putri Sultan Trenggono yang bernama Retna Kencana yang mempunyai gelar Ratu Kalinyamat.

Nama

Pangeran Toyib memiliki beberapa nama dan gelar, yaitu

  • Sunan Hadiri, yang artinya Ulama Pendatang (Gelar Keagamaan); Karena menjadi penyebar agama Islam di Jepara.
  • Sultan Hadlirin, yang artinya Raja Pendatang (Gelar Kesultanan); Karena menjadi sultan pertama di Jepara.
  • Pangeran Kalinyamat, (Gelar Tokoh Masyarakat); Karena sebagai pendiri Kota Kalinyamat.

Kedatangan ke Jawa

Pangeran Kalinyamat berasal dari luar Jawa. Terdapat berbagai versi tentang asal-usulnya. Masyarakat Jepara menyebut nama aslinya adalah Win-tang, seorang saudagar Tiongkok yang mengalami kecelakaan di laut. Ia terdampar di pantai Jepara, dan kemudian berguru pada Sunan Kudus.

Versi lain mengatakan, Win-tang berasal dari Aceh. Nama aslinya adalah Pangeran Toyib, putera Sultan Mughayat Syah raja Kesultanan Aceh (1514-1528). Toyib berkelana ke Tiongkok dan menjadi anak angkat seorang menteri bernama Tjie Hwio Gwan. Nama Win-tang adalah ejaan Jawa untuk Tjie Bin Thang, yaitu nama baru Toyib.

Win-tang dan ayah angkatnya kemudian pindah ke Jawa. Di sana Win-tang mendirikan desa Kalinyamat yang saat ini berada di wilayah Kecamatan Kalinyamatan, sehingga ia pun dikenal dengan nama Pangeran Kalinyamat. Ia berhasil menikahi Retna Kencana putri bupati Jepara, sehingga istrinya itu kemudian dijuluki Ratu Kalinyamat. Sejak itu, Pangeran Kalinyamat menjadi anggota keluarga Kerajaan Demak dan memperoleh gelar Pangeran Hadiri.

Pangeran dan Ratu Kalinyamat memerintah bersama di Jepara. Tjie Hwio Gwan, sang ayah angkat, dijadikan patih bergelar Sungging Badar Duwung, yang juga mengajarkan Seni Ukir pada penduduk Jepara.

Kejayaan

Wilayah kekuasaan Kerajaan Kalinyamat meliputi Jepara, Kudus, Pati, Mataram (Jogja dan Solo yang masih hutan belantara. Sultan Hadlirin memimpin Kerajaan Kalinyamat sampai tahun 1549.

Kematian

Pada tahun 1549 Arya Penangsang dengan dukungan gurunya, yaitu Sunan Kudus, membalas kematian Raden Kikin dengan mengirim utusan bernama Soreng Rangkud untuk membunuh Sunan Prawoto dengan Keris Kyai Setan Kober. Rangkud sendiri tewas pula, saling bunuh dengan korbannya itu. Ratu Kalinyamat, adik Sunan Prawoto, menemukan bukti kalau Sunan Kudus terlibat pembunuhan kakaknya. Ia datang ke Kudus meminta pertanggungjawaban. Namun jawaban Sunan Kudus bahwa Sunan Prawoto mati karena karma membuat Ratu Kalinyamat kecewa. Ratu Kalinyamat bersama suaminya pulang ke Jepara. Di tengah jalan mereka diserbu anak buah Arya Penangsang. Ratu Kalinyamat berhasil lolos, sedangkan suaminya, yang bernama Sultan Hadlirin, terbunuh. Ini merupakan isi dari babad Tanah Jawa versi Kerajaan pajang kedua di mana Sunan Kudus selalu di sudutkan di manapun tempatnya. Pada babad Tanah Jawa setelah era Kerajaan pajang selesai yakni era Mataram Islam naik, disinilah adanya literasi kebenaran di mana kesalahan dari ratu Kalinyamat menyalahkan Sunan Kudus adalah keliru. Dan kematian sultan hadlirin yang di sinyalir adalah ulah dari Arya Penangsang juga di sangah di era Mataram ini. Dengan catatan bagaimana mungkin Arya Penangsang tau akan hadirnya Ratu Kalinyamat dan Sultan Hadlirin sedangkan yang di beri tahu hanya demak (sultan Hadiwijaya) sedangkan jarak jipan panolan (Cepu) ke Kudus memakan waktu beberapa hari menggunakan kuda. Sedangkan Ratu Kalinyamat datang ke Kudus sebelumnya setelah singgah ke Demak untuk minta bantuan kepada Sultan Hadiwijaya (ipar) di Kesultanan Demak. Saat waktu pengejaran ini di dengar oleh Sunan Kudus melalui santrinya, dengan cepat Sunan yang di beri gelar wali al-ilmi ini mengejar untuk menolong. Pada saat sampai di sebuah desa terdapat bekas darah seperti terseret atau merambat dan desa tersebut di beri nama desa Prambatan ( diambil dari kata merambat). Pencarian Pun untuk menolong masih dilakukan menuju arah barat (Jepara) di mana ada aliran sungai yang bercampur darah dan di telusuri sampai ujung terdapat sosok Sultan Hadlirin yang sudah wafat. Dengan kesedihan Sunan Kudus yang begitu besar karena sosok yang meninggal di hadapannya adalah salah satu murid santri kesayangan beliau sehingga di area di temukannya jenazah Sultan Hadlirin di beri nama kawasan Kaliwungu (sungai ungu) di mana airnya saat itu bercampur darah menjadi ungu. Pemakaman Sultan Hadlirin di laksanakan oleh Sunan Kudus sendiri di Jepara, karena saat jenazah ditemukan tidak di dapati Ratu Kalinyamat yang dalam cerita babad Tanah Jawa jatuh ke jurang.

Referensi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan