Rabu, 30 September 2026
07:40 WIB
TERKINI
Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang
Sultan Amai

Sultan Amai

Bagikan:
Sultan Amai
Ti Tulutani Amai Ta Olongia Lopo Isilamu Sultan Amai
Sultan pertama dalam Kesultanan Gorontalo atau Raja ke-7 dari Pohala'a Hulontalo atau Kerajaan Gorontalo
Berkuasa1523 - 1550
PendahuluRaja Detu
PenerusSultan Matolodula Kiki
LahirTahun 1460 Masehi
MeninggalBiawu, Kesultanan Gorontalo

Sultan Amai (ditulis juga Sultan Amay) adalah raja pertama di Kerajaan Gorontalo yang memeluk agama Islam yang kemudian bergelar Ta Olongia Lopo Isilamu (Raja yang menerima Islam). Sultan Amai adalah sultan muda yang memerintah antara tahun 1523 - 1550. Sultan Amai lahir pada tahun 1460 Masehi dan wafat di Biawu, ibukota Kesultanan Gorontalo.

Sultan Amai digantikan oleh putera mahkotanya, Matolodulakiki. Matolodulakiki merupakan Sultan kedua kesultanan Gorontalo atau Raja ke-8 sejak terbentuknya Kerajaan Gorontalo yang kembali menyempurnakan konsep kerajaan Islam yang dirintis oleh ayahnya, Sultan Amai.

250px-Makam_Sultan_Amay.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Makam Sultan Amay di kompleks Masjid Hunto Sultan Amai

Proses Masuk Islam

Sultan Amai ingin meminang putri Raja Palasa dari Sulawesi Tengah, sang putri yang berasal dari kerajaan Islam di Sulawesi Tengah inipun mengajukan beberapa persyaratan. Pertama, Sultan Amai dan rakyat Gorontalo harus diislamkan, dan yang kedua adat kebiasaan dalam masyarakat Gorontalo harus bersumber dari Alquran. Dua syarat itu diterima oleh Amai.

Sebelum menikah Sultan Amai mengumpulkan seluruh rakyatnya. Sultan Amai dengan terang-terangan mengumumkan diri telah memeluk agama Islam secara sah dan kemudian meminta seluruh pengikutnya untuk melakukan pesta meriah. Pada pesta tersebut Sultan Amai meminta kepada rakyatnya untuk menyembelih babi disertai dengan pelaksanaan sumpah adat. Saat pendeklarasian sumpah tersebut, adalah hari terakhir rakyat Gorontalo memakan babi.

Usai proses sumpah adat, Sultan Amai kemudian meminta rakyatnya untuk masuk Islam dengan membaca dua kalimat syahadat. Ia sendiri kemudian mengganti gelarnya yang sebelumnya disebut Raja dengan gelar raja Islam, yaitu sultan.

Pranala luar


20px-Soekarno.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik biografi Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan