Sabtu, 17 Oktober 2026
12:58 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten

Sultan Muhammad Bahauddin

Sultan Palembang

Bagikan:
Sultan Muhammad Bahauddin
Sultan Palembang Ke-6
Monarki1776–1804
PendahuluSultan Ahmad Najamuddin I
PenerusSultan Mahmud Badaruddin II
Lahir15 Maret 1729
Palembang
Meninggal2 April 1804
Palembang
AyahSultan Ahmad Najamuddin I
IbuRatu Sepuh Raden Nayu Murati
IstriRatu Agung Al-Haddad Binti Datuk Murni Al-Haddad
Keturunan
Nama lengkap
Pangeran Ratu Muhammad Bahauddin
Nama takhta
Sultan Muhammad Bahauddin bin Sultan Susuhunan Ahmad Najamuddin Adi Kesumo
WangsaAzmatkhan
AgamaIslam
PekerjaanSultan

Sultan Muhammad Bahauddin (15 Maret 1729 - 2 April 1804), adalah Sultan Palembang yang berkuasa antara 1776-1804, namun telah menjadi Sultan dari tahun 1774 bersama ayahnya, Susuhunan Ahmad I. Ia adalah putra Susuhunan Ahmad I dan Ratu Sepuh. Beliau banyak berperan dalam pembangunan kota, diantaranya membangun Kraton Kuto Besak.

Masa Keemasan Kesultanan

Kesultanan Palembang-Darussalam mengalami perkembangan dan kemajuan yang pesat pada masa pemerintahannya.

Kesultanan Palembang mengalami kemakmuran pada saat Sultan Bahauddin memerintah. Pada saat itu Palembang menjadi salah satu pusat sastra Islam Nusantara setelah Aceh. Tokoh-tokoh ulama besar dan penulis pun bermunculan.

Pada tahun 1777, ia mengirimkan uang sebesar 500 Real untuk wakaf pembangunan Zawiyah (Pondok) Sammaniyah di Jeddah yang disampaikan oleh Syekh Muhammad Muhyiddin bin Syihabuddin.

Naskah sejarah Palembang mencatat pada masa Sultan Bahauddin mengalami kemakmuran: "Dan rakyat seisi negeri dengan segala jajahan itu banyak beruntung, sebab negeri sentosa. Segala dagang pun banyak masuk dari laut dan dari darat dan dari hulu, karena Raja Palembang pada zaman itu terlalu adil sentosa perintahnya memeliharakan segala rakyat dan negeri dan sekalian dagang".

Dimasanya pula banyak ulama-ulama Islam terkenal bermunculan yang tulisannya bisa terlihat sampai luar negeri.

Didahului oleh:
Sultan Ahmad Najamuddin I
Sultan Palembang
1776-1803
Diteruskan oleh:
Sultan Mahmud Badaruddin II
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan