Minggu, 25 Oktober 2026
03:19 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung
Kasta Terdaftar dan Suku Terdaftar

Kasta Terdaftar dan Suku Terdaftar

sebutan resmi yang diberikan kepada berbagai kelompok penduduk asli di India

Bagikan:
250px-2011_Census_Scheduled_Caste_caste_distribution_map_India_by_state_and_union_territory.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta distribusi kasta terdaftar di India menurut negara bagian dan wilayah persatuan berdasarkan Sensus 2011. Punjab memiliki persentase penduduk tertinggi sebagai SC (~32%), sementara Nagaland, Arunachal Pradesh, Kepulauan Andaman dan Nicobar, dan Lakshadweep memiliki 0%.[1]
250px-2011_Census_Scheduled_Tribes_distribution_map_India_by_state_and_union_territory.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta distribusi suku terdaftar di India menurut negara bagian dan wilayah persatuan menurut Sensus 2011. Mizoram dan Lakshadweep memiliki persentase penduduk tertinggi sebagai ST (~95%), sementara Punjab, Haryana, Delhi, dan Chandigarh memiliki 0%.[1]

Kasta Terdaftar[2] dan Suku Terdaftar, (bahasa Inggris:Scheduled Castes and Scheduled Tribes, disingkat SC dan ST), adalah kelompok masyarakat yang secara resmi ditetapkan dan termasuk salah satu kelompok sosial-ekonomi yang paling tertinggal di India.[3] Istilah ini diakui dalam Konstitusi India dan kelompok-kelompok tersebut dikategorikan dalam salah satu dari kategori tersebut. Selama sebagian besar masa pemerintahan Britania Raya di anak benua India, mereka dikenal sebagai Kelas Tertekan.[4]

Dalam literatur modern, banyak kasta yang termasuk dalam kategori Kasta Terdaftar sering disebut sebagai Dalit, yang berarti "terpecah" atau "terhancurkan".[5][6] Istilah ini dipopulerkan oleh tokoh Dalit, B. R. Ambedkar, selama perjuangan kemerdekaan India.[5] Ambedkar lebih menyukai istilah Dalit dibanding istilah Harijan ("umat Hari" atau "Manusia Tuhan") yang diperkenalkan oleh Gandhi.[5]

Demikian pula, Suku Terdaftar sering disebut sebagai Adivasi (penduduk asli), Vanvasi (penghuni hutan), dan Vanyajati (kaum rimba). Namun, Pemerintah India menghindari penggunaan istilah-istilah ini karena konotasi kontroversial yang dibawanya. Misalnya, Dalit yang secara harfiah berarti "tertindas", secara historis dikaitkan dengan ketidakmurnian dan membawa implikasi konsep "tidak tersentuh". Sementara itu, Adivasi yang berarti "penghuni asli", menyiratkan perbedaan antara penduduk asli dan pendatang, serta memperkuat stereotip antara masyarakat beradab dan tidak beradab.[7]

Oleh karena itu, istilah resmi yang diakui dalam konstitusi, yaitu Kasta Terdaftar (Anusuchit Jati) dan Suku Terdaftar (Anusuchit Janjati), lebih disukai dalam penggunaan resmi karena istilah-istilah ini dimaksudkan untuk mengatasi hambatan sosial-ekonomi, bukan memperkuat stigma sosial.[8][9] Pada September 2018, pemerintah India mengeluarkan imbauan kepada seluruh saluran televisi satelit swasta agar tidak menggunakan istilah 'Dalit' yang dianggap merendahkan, meskipun sejumlah kelompok hak asasi manusia menolak perubahan istilah tersebut dalam penggunaan umum.[10]

Kasta Terdaftar dan Suku Terdaftar mencakup sekitar 16,6% dan 8,6% dari total populasi India menurut sensus tahun 2011.[11][12] The Constitution (Scheduled Castes) Order, 1950 mencantumkan 1.108 kasta di 28 negara bagian dalam Terdaftar Pertama,[13] dan The Constitution (Scheduled Tribes) Order, 1950 mencantumkan 744 suku di 22 negara bagian.[14]

Sejak kemerdekaan India, kelompok Kasta Terdaftar dan Suku Terdaftar diberikan status reservasi, yang menjamin representasi politik, prioritas dalam promosi kerja, kuota di universitas, pendidikan gratis dan bersubsidi, beasiswa, layanan perbankan, berbagai program pemerintah, serta perlindungan konstitusional melalui prinsip-prinsip diskriminasi positif bagi SC dan ST.[15][16]: 35, 137 

Referensi

  1. 1 2 "Census of India 2011, Primary Census Abstract (28 October 2013)" (ppt). Scheduled Castes and Scheduled Tribes, Office of the Registrar General & Census Commissioner, Government of India. 23 September 2015. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 23 September 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "Scheduled Caste Welfare – List of Scheduled Castes". Ministry of Social Justice and Empowerment. Diarsipkan dari asli tanggal 13 September 2012. Diakses tanggal 16 Agustus 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ "Scheduled Castes And Scheduled Tribes". United Nations in India. Diarsipkan dari asli tanggal 22 November 2021. Diakses tanggal 2021-11-21.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ "Scheduled Communities: A social Development profile of SC/ST's (Bihar, Jharkhand & West Bengal)" (PDF). Planning Commission (India). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal Oktober 20, 2019. Diakses tanggal 1 Oktober 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. 1 2 3 Roychowdhury, Adrija (September 5, 2018). "Why Dalits want to hold on to Dalit, not Harijan, not SC". The Indian Express. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 29 November 2021. Diakses tanggal 29 November 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ "Dalit". Merriam-Webster.com Dictionary. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 6 Oktober 2022. Diakses tanggal 6 Oktober 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ Ghurye, G. S. (1980). The Scheduled Tribes of India (Edisi 3rd). Transaction Publishers. ISBN 978-0-87855-692-2.
  8. ↑ Bali, Surya (2018-10-26). "We are 'Scheduled Tribes', not 'Adivasis'". Forward Press (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2023-12-05.
  9. ↑ Dasgupta, Sangeeta (Oktober 2018). "Adivasi studies: From a historian's perspective". History Compass (dalam bahasa Inggris). 16 (10). doi:10.1111/hic3.12486. ISSN 1478-0542.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  10. ↑ Union minister: Stick to SC, avoid the term 'Dalit' Diarsipkan 22 Oktober 2018 di Wayback Machine "Union social justice minister Thawarchand Gehlot said media should stick to the constitutional term "Scheduled Castes" while referring to Dalits as there are objections to the term to the term "Dalit" – backing the government order which has significant sections of scheduled caste civil society up in arms." Times of India 5 September 2018.
  11. ↑ "2011 Census Primary Census Abstract" (PDF). Censusindia.gov.in. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 5 Agustus 2020. Diakses tanggal 1 Oktober 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  12. ↑ "Half of India's dalit population lives in 4 states". The Times of India. 2 Mei 2013. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 11 November 2020. Diakses tanggal 1 Oktober 2017.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  13. ↑ "Text of the Constitution (Scheduled Castes) Order, 1950, as amended". Lawmin.nic.in. Diarsipkan dari asli tanggal 19 Juni 2009. Diakses tanggal 1 Oktober 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  14. ↑ "Text of the Constitution (Scheduled Tribes) Order, 1950, as amended". Lawmin.nic.in. Diarsipkan dari asli tanggal 20 September 2017. Diakses tanggal 1 Oktober 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  15. ↑ Kumar, K Shiva (17 Februari 2020). "Reserved uncertainty or deserved certainty? Reservation debate back in Mysuru". The New Indian Express. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 21 November 2021. Diakses tanggal 29 November 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  16. ↑ "THE CONSTITUTION OF INDIA [As on 9th December, 2020]" (PDF). Legislative Department. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 26 November 2021. Diakses tanggal 29 November 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan