Senin, 02 November 2026
00:18 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Suku Zande

Suku Zande

suku bangsa di Republik Demokratik Kongo

Bagikan:
Azande
250px-Richard_Buchta_-_Zande_men_with_shields%2C_harp.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Suku Zande
Daerah dengan populasi signifikan
Republik Demokratik Kongo, Sudan Selatan, Republik Afrika Tengah
Bahasa
Zande
Agama
Kekristenan, animisme

Azande (jamak dari "Zande" dalam bahasa Zande) adalah kelompok etnis yang berdiam di Afrika Tengah bagian utara. Mereka tinggal terutama di wilayah timur laut Republik Demokratik Kongo, di Sudan Selatan, dan di Republik Afrika Tengah bagian selatan. Suku Azande di Kongo tinggal di Provinsi Orientale, persisnya di sepanjang Sungai Uele; Azande di Republik Afrika Tengah dapat ditemui di distrik Rafaï, Zémio, dan Obo.

Bahasa

Suku Azande menuturkan bahasa Zande, yang mereka sebut Pazande (juga dikenal dengan nama Zandi, Azande, Sande, Kizande, Badjange). Bahasa tersebut merupakan bagian dari rumpun bahasa Ubangia, dan dituturkan oleh kurang lebih 1,1 juta orang.[1]

Agrikultur

Kebanyakan anggota suku Azande bermata pencaharian sebagai petani berskala kecil. Hasil panennya adalah jagung, nasi, kacang, wijen, singkong, dan kentang manis. Buah yang ditanam adalah mangga, jeruk, pisang, nanas, dan tebu.

Kepercayaan tradisional

Sebagian besar anggota suku Azande masih menganut animisme, tetapi Kekristenan juga sudah masuk. Suku Azande meyakini bahwa sihir diwariskan di perut. Penyihir kadang tak sadar akan kekuatannya, dan bisa secara tak sengaja mengganggu orang yang tak ingin ia jahati. Karena sihir diyakini selalu ada, beberapa ritual dijalankan untuk melindungi diri dan membatalkan sihir. Bila sesuatu yang sangat aneh terjadi, atau peristiwa buruk menimpa seseorang, sihir-lah yang disalahkan. salah satu ritual yang dilakukan untuk menentukan hukum tertentu seperti keputusan mengenai seseorang bersalah atau tidak, ialah dengan menggunakan perantara seeokor ayam jantan yang telah diberi ramuan. Jika ayam tersebut mati setelahnya, maka orang yang dituntut tersebut diyakini telah melakukan kesalahan.[2]

Homoseksualitas

250px-Antonion_Zeno_Shindler_-_Niam-Niam_Man_-_1985.66.165%2C705_-_Smithsonian_American_Art_Museum.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gambar tersebut memperlihatkan sosok prajurit Zande, yang merupakan kelompok spesifik dimana tradisi kekasih sesama jenis (boy-wives) pernah dipraktikan dalam institusi militer pada masa lalu- tidak menggambarkan seluruh suku secara umum.

Menurut antropolog E. E. Evans-Pritchard, prajurit laki-laki suku Azande di Kongo utara rutin mengambil kekasih laki-laki muda antara usia dua belas dan dua puluh. Mereka melakukan seks interkrural, dan sang kekasih muda berperan membantu rumah tangga. Akan tetapi, praktik ini sudah mati semenjak awal abad ke-20 karena kedatangan bangsa Eropa, tetapi kisah tersebut masih diceritakan oleh para tetua kepada Evans-Pritchard.[3]

Catatan kaki

  1. ↑ Zande in: Lewis, M. Paul (ed.), 2009. Ethnologue: Languages of the World, Sixteenth edition. Dallas, Tex.: SIL International.
  2. ↑ Diamond, Jared (2017). The World Until Yesterday (Dunia Hingga Kemarin). Kepustakaan Populer Gramedia. hlm. 432. ISBN 9786024241926.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ↑ Evans-Pritchard, E. E. (Desember 1970). Sexual Inversion among the Azande. American Anthropologist, New Series, 72(6), 1428–1434.

Referensi

  • 20px-Wikisource-logo.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Chisholm, Hugh, ed. (1911). "Niam-Niam" . Encyclopædia Britannica (Edisi 11). Cambridge University Press.
  • Evans-Pritchard, E. E. (1979) ‘Witchcraft Explains Unfortunate Events’ in William A. Lessa and Evon Z. Vogt (eds.) Reader in Comparative Religion. An anthropological approach. Fourth Edition. New York: Harper Collins Publishers. pp. 362–366
  • Evans-Pritchard, E. E. (1967) The Zande Trickster. Oxford: Clarendon Press.
  • Evans-Pritchard, E. E.1937 Witchcraft, Oracles and Magic Among the Azande. Oxford University Press. 1976 abridged edition: ISBN 0-19-874029-8
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan