Sabtu, 10 Oktober 2026
00:34 WIB
TERKINI
Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah

Suku Wamesa

suku bangsa di Indonesia

Bagikan:

Suku Wamesa adalah salah satu penduduk asli Papua Barat, yang terutama mendiami Distrik Bintuni, Kabupaten Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat.[1] Selain itu, suku Wamesa juga menjadi suku terbesar di Kabupaten Teluk Wondama, mendiami sekitar kawasan Teluk Wandamen, Windesi, Nikiwar, Kepulauan Roeswar dan Roon, sampai ke Semenanjung Dusner, Rasiei, Wondiboy, dan Kabouw.[2]

Pada zaman dahulu, suku Biak dan suku Yapen adalah suku yang sering berlayar, suku Biak berlayar dan menguasai suatu tempat, sedangkan suku Yapen berlayar mencari hasil laut dan menetap di tempat terdekat, oleh sebab itu mereka banyak tersebar di pesisir utara pulau Papua, kedua suku ini pun melakukan kawin campur yang menghasilkan banyak suku salah satunya adalah suku Wamesa.[butuh rujukan]

Suku Wamesa memiliki bahasanya sendiri, yang disebut bahasa Wamesa, yang termasuk bahasa Austronesia.[3] Jumlah penutur bahasa tersebut diperkirakan sebanyak 5.000 jiwa tahun 1993 dari sumber ethnologue edisi ke-18. Berdasarkan dialeknya bahasa ini terbagi menjadi Wandamen (Wondama), Windesi, dan Bintuni.[3]

Makanan utama bagi penduduk suku ini adalah sagu dan ikan.[1] Rumah adat suku ini disebut Igkojei.

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 Melalatoa, M. Junus (1995). Ensiklopedi Suku Bangsa di Indonesia. Vol. L–Z. Jakarta: Direktorat Jenderal Kebudayaan. hlm. 912.
  2. ↑ "Wondama". Wondama. 2022-11-14. Diakses tanggal 2023-01-22.
  3. 1 2 Gasser, Emily A. (2014). Windesi Wamesa Morphophonology (PhD tesis). Yale University.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan