Rabu, 04 November 2026
02:12 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Suku Tai Lue

Suku Tai Lue

Bagikan:
Tai Lue
ᦺᦑᦟᦹᧉ
250px-Tai_Lue_clothes.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Orang Tai Lue berpakaian adat
Jumlah populasi
556.000+
Daerah dengan populasi signifikan
Tiongkok (Xishuangbanna), Myanmar, Laos, Thailand (Thailand Utara), dan Vietnam (Lai Châu)
 Tiongkok280.000 (2000) digolongkan sebagai Dai
 Laos126.229 (2015) digolongkan sebagai Lue[1]
 Thailand1.000.000 (2001) digolongkan sebagai Thai Lue
 Myanmar60.000 (2013) digolongkan sebagai Shan
 Vietnam6757 (2019) digolongkan sebagai Lự[2]
 Amerika Serikat4000 (1998)[3]
Bahasa
Tai Lü • Tionghoa • Myanmar • Laos • Thai • Thai Utara • Vietnam
Agama
Agama rakyat,[4] Buddha Theravada
Kelompok etnik terkait
Rumpun suku bangsa Tai, Shan, Tai Nuea

Suku Tai Lü (bahasa Tai Lue: ᦺᦑᦟᦹᧉ, Hanzi:傣仂, Dǎi lè, bahasa Lao:ລື້, Lư̄, bahasa Thai:ไทลื้อ, RTGS: Thai Lue, bahasa Vietnam:Người Lự) adalah kelompok etnis pribumi Tiongkok, Laos, Thailand, Myanmar, dan Vietnam. Mereka berbicara bahasa Tai Barat Daya.

Etimologi

Kata Tai Lü dapat dieja sebagai Tai Lue, Dai Le, dan Dai Lue. Mereka juga dikenal sebagai Dai Xishuangbanna, Tailurian Sipsongpanna, dan Tai Sipsongpanna. Kata Lue sendiri dalam bahasa Tai berarti "utara", sehingga etnonim mereka berarti Tai Utara yang sama dengan suku Tai Nua.

Distribusi

Di Vietnam, sebagian besar suku Lue tinggal di Provinsi Lai Châu dengan populasi berjumlah 5.601 jiwa pada tahun 2009. Di Tiongkok, mereka secara resmi diakui sebagai bagian dari kelompok etnis Dai. Sensus tahun 2000 mencatat sekitar 280.000 orang Dai yang berbicara dalam bahasa Lue. Populasi di Thailand, di mana mereka disebut Thai Lue, pada tahun 2001 diperkirakan berjumlah sekitar 83.000 jiwa.[5] Sebagian besar suku Thai Lue di Thailand tinggal di Provinsi Nan, Chiang Rai, Phayao, dan Chiang Mai. Mereka bernyanyi khap lue (bahasa Thai:ไทลื้อขับ, pelafalan dalam bahasa Thai:[tʰaj˧lɯː˦˥kʰap̚˨˩]) dan bermain alat musik pi mae (bahasa Thai:ปี่แม่) - alat musik tiup dari bambu.

Galeri

  • Penampilan tari tradisional Lue di Wat Nantaram, Distrik Chiang Kham, Thailand
    Penampilan tari tradisional Lue di Wat Nantaram, Distrik Chiang Kham, Thailand
  • Wanita Lu di Laos, c. 1900.
    Wanita Lu di Laos, c. 1900.
  • Wanita Lu di Laos, c. 1900.
    Wanita Lu di Laos, c. 1900.
  • Patung Buddha bergaya Tai Lue di Wat Non Bua, Distrik Tha Wang Pha, Thailand
    Patung Buddha bergaya Tai Lue di Wat Non Bua, Distrik Tha Wang Pha, Thailand
  • Seorang musisi Tai Lue di Wat Nong Bua.
    Seorang musisi Tai Lue di Wat Nong Bua.
  • Bagian dalam Wat Nong Daeng, Distrik Chiang Klang, Thailand
    Bagian dalam Wat Nong Daeng, Distrik Chiang Klang, Thailand
  • Vat Nam Keo Luang di Muang Sing, Laos
    Vat Nam Keo Luang di Muang Sing, Laos
  • Bagian dalam Vat Xieng Chai, Muang Sing, Laos
    Bagian dalam Vat Xieng Chai, Muang Sing, Laos
  • Rumah adat Tai Lue di Distrik Chiang Kham, Thailand
    Rumah adat Tai Lue di Distrik Chiang Kham, Thailand

Referensi

  1. ↑ "Results of Population and Housing Census 2015" (PDF). Lao Statistics Bureau.
  2. ↑ "Report on Results of the 2019 Census". General Statistics Office of Vietnam.
  3. ↑ Tai Lue, Infomekong.com
  4. ↑ Placzek, Kanittanan, James, Wilaiwan (1986). "Historical and contemporary meaning of Thai khwan: The use of lexical meaning change as an indicator of cultural change". Religion, Values, and Development in Southeast Asia (dalam bahasa Inggris). Institute of Southeast Asian Studies. hlm. 146–166. ISBN 978-9971-988-20-3.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  5. ↑ Johnstone and Mandryk 2001; cited in "Ethnologue: Languages of the World, Online version" (Edisi 18th). SIL International.
Austroasiatik (Vietik)
Austroasiatik (non-Vietik)
Hmong–Dao
Tai–Kadai
Sino-Tibet
Malayo-Polinesia
Ekspatriat
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan