Senin, 28 September 2026
12:54 WIB
TERKINI
Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Hukum Sorotan Tajam: Hunian Mewah di Area Asimilasi Lapas Cibinong Jadi Perdebatan Kolom Mahkamah Konstitusi Kubur Ambang Batas Pilpres, Desakan Tak Menghidupkan Kembali Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Hukum Sorotan Tajam: Hunian Mewah di Area Asimilasi Lapas Cibinong Jadi Perdebatan Kolom Mahkamah Konstitusi Kubur Ambang Batas Pilpres, Desakan Tak Menghidupkan Kembali Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan

Orang Shan

kelompok etnis di Asia Tenggara

Shan adalah sebuah kelompok etnis di Asia Tenggara. Suku Shan tinggal terutama di negara bagian Shan di Myanmar (dulu Burma), dan di daerah-daerah yang bertetangga dengannya di Tiongkok, Thailand, Kamboja dan Vietnam. Suku ini berjumlah sekitar 6 juta orang, tetapi sensus penduduk belum pernah dilakukan.

Kebanyakan suku Shan tinggal di padang-padang di Plato Shan, yang dialiri sungai Salween. Ibu kota negara bagian Shan adalah Taunggyi, yaitu sebuah kota kecil dengan 150.000 penduduk. Kota-kota besar Shan lainnya adalah Kengtong dan Tachileik.

Pemimpin Shan adalah Raja Sao Hpone Htoo.

Sejarah

Walaupun secara umum disepakati bahwa suku Shan telah tinggal di Burma selama berabad-abad, ada juga teori bahwa mereka datang dari gunung-gunung di provinsi Yunnan di Tiongkok selatan. Imigran-imigran Shan ke Burma utara adalah cabang tertua dari kelompok etnis Tai yang dikenal sebagai Tai Long. Imigran-imigran Shan ke Laos dan Thailand kemudian dikenal sebagai Tai Noi (dari Shan Human Rights Foundation).

Budaya

Suku Shan secara tradisional bercocok tanam padi, berjualan, dan menjadi perajin seni. Kebanyakan suku Shan memeluk agama Buddha Theravada dan/atau agama tradisional mereka, yang berhubungan dengan animisme. Mereka juga memiliki mitos penciptaan yang sama dengan suku Lao dan percaya bahwa suku mereka didirikan oleh Khun Borom.

Bahasa

Bahasa Shan adalah bagian dari kelompok bahasa-bahasa Tai dari keluarga bahasa Tai-Kadai, dan berkerabat dengan bahasa Thai dan bahasa Lao. Shan selatan menggunakan abjad yang didasarkan pada abjad Burma.

Kode bahasa ISO 639 untuk Shan adalah SHN; kode etnologinya adalah SJN.

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik kelompok etnik ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Ikon rintisan

Artikel bertopik Asia Tenggara ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan