Rabu, 04 November 2026
18:16 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan
Suku Sebyar

Suku Sebyar

suku bangsa di Indonesia

Bagikan:
Sebyar
250px-Bintuni_Bangkit_1.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Penari Pangkur Sagu suku Sebyar dari Teluk Bintuni
Jumlah populasi
3.000[1]
Daerah dengan populasi signifikan
Papua Barat
Bahasa
Sebyar, Indonesia
Agama
Islam (mayoritas) dan Kekristenan (minoritas)
Kelompok etnik terkait
Kokoda •Sumuri •Wamesa

Suku Sebyar (Yaban atau Arandai) adalah kelompok etnis yang mendiami daerah pesisir selatan Semenanjung Doberai, tepatnya di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat. Jumlah populasinya tercatat sekitar 3.000 jiwa.[1] Suku Sebyar merupakan bagian dari suku Bintuni, suku besar yang mendiami wilayah Kabupaten Teluk Bintuni.[2]

Bahasa

Bahasa yang digunakan suku Sebyar terutama adalah bahasa Sebyar. Bahasa ini termasuk dalam rumpun bahasa Trans-Nugini. Selain itu, masyarakat suku Sebyar juga menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa penghubung dengan kelompok etnis lainnya.

Distribusi geografis

Suku Sebyar umumnya menempati pesisir selatan dan tenggara Semenanjung Doberai, tepatnya di sebelah timur dan barat Sungai Wariagar, serta di sekitar Sungai Sebyar (Timoforo) di bagian tengah Semenanjung Doberai, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat.[3] Suku ini memiliki populasi sekitar 900 jiwa yang mendiami desa Aranday, Kiambo, Yakora, Sakauni, Botare, dan Tomu.[3]

kampung-kampung di wilayah adat suku Sebyar secara adminstratif pemerintahan terdiri dari enam distrik, yaitu distrik Aranday, Yakora, Tomu, Weriagar, Kamundan, dan Taroi. Suku Sebyar terbagi menjadi dua sub-suku, yakni suku Kembaran dan Damband.[4]

Kepercayaan

Masyarakat suku Sebyar umumnya memeluk agama Islam. Islam disebarkan oleh Sultan Tidore kepada masyarakat di sekitar wilayah Teluk Bintuni pada abad ke-15.

Marga

Sistem keturunan diwariskan secara patrilineal melalui penyematan nama marga (fam) di wilayah suku Sebyar yang terdiri dari beberapa marga, yaitu Kutanggas, Hindom, Braweri, Bauw, Solowat, Kokop, Kinder, Inai, Tonoy, Patiran, Kambori, Manini, Kosepa, kamisopa, dan Imbimbong.

Masyarakat suku Sebyar menggunakan sistem keturunan patrilineal ini dengan perkawinan melalui pemberian mahar, baik secara tunai maupun melalui pembayaran secara kredit.

Referensi

  1. 1 2 Zulyani, Hidayah. Ensiklopedia suku bangsa di Indonesia (Edisi 2). Jakarta. ISBN 9789794619292. OCLC 913647590.
  2. ↑ bpnbjayapura (29 Oktober 2015). "POLA KEPEMIMPINAN TRADISIONAL ORANG BINTUNI DI KABUPATEN TELUK BINTUNI PAPUA BARAT – Balai Pelestarian Nilai Budaya Papua". Diarsipkan dari asli tanggal 2017-08-12. Diakses tanggal 2017-07-20.
  3. 1 2 Hidayah, Zulyani (April 2015). Ensikopedia Suku Bangsa di Indonesia. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia. hlm. 31–32. ISBN 978-979-461-929-2.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tahun (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ "Suku Kembaran Minta Pisah". 30 Mei 2022. Diakses tanggal 20 Maret 2024.

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik kelompok etnik ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan