Rabu, 21 Oktober 2026
19:55 WIB
TERKINI
Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama
Suku Luba

Suku Luba

suku bangsa di Republik Demokratik Kongo

Bagikan:
Suku Luba
250px-Appuie-t%C3%AAte_Luba-RDC.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jumlah populasi
ca 7 juta[1]
Daerah dengan populasi signifikan
Democratic Republic of the Congo
Bahasa
bahasa Luba (bahasa Luba-Kasai dan bahasa Luba-Katanga); bahasa Prancis
Agama
Kristen, Agama Tradisional Afrika
Kelompok etnik terkait
Suku Bantu lainnya
60px-Arrow_east.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Luba
PribadiMulubà
Kelompok etnikBalubà
BahasaCilubà, Tshiluba, Kiluba
Tanah airLubaland

Suku Luba atau Baluba adalah kelompok etnolinguistik asli pada region selatan-tengah dari negara Republik Demokratik Kongo.[2] Mayoritas dari suku ini tinggal di negara tersebut, bertempat tinggal terutama di provinsi Katanga, Kasai, and Maniema. Orang-orang Baluba terdiri dari banyak sub-kelompok yang berbicara dengan beragam dialek Luba (e.g. Luba-Kasai, Luba-Katanga) atau bahasa-bahasa lainnya, seperti Swahili

Suku Baluba mengembangkan masyarakat dan budayanya pada sekitar periode 400 CE (Common Era), kemudian berlanjut menjadi komunitas yang tertata di area yang dikenal sebagai Upemba Depression dan dikenal sebagai konfederasi Baluba.[3][4] Masyarakat Luba terdiri dari pekerja tambang, pandai besi, tukang kayu, perajin keramik, dan berbagai profesi lainnya.[5] Keberhasilan dan kesejahteraan masyarakat ini tumbuh pesat dalam beberapa waktu namun hal ini juga menyebabkan mereka menjadi sasaran kelompok-kelompok perbudakan, perampok, dan teroris yang dipimpin atau dipengaruhi oleh bangsa Portugis dan Oman sehingga berangsur-angsur masyarakat Luba mengalami kemunduran.

Referensi

  1. ↑ Elizabeth Heath (2010). Anthony Appiah; Henry Louis Gates (ed.). Encyclopedia of Africa. Oxford University Press. hlm. 88–89. ISBN 978-0-19-533770-9.
  2. ↑ Elizabeth Heath (2010). Anthony Appiah; Henry Louis Gates (ed.). Encyclopedia of Africa. Oxford University Press. hlm. 88–89, 14–15. ISBN 978-0-19-533770-9.
  3. ↑ Toyin Falola; Daniel Jean-Jacques (2015). Africa: An Encyclopedia of Culture and Society. ABC-CLIO. hlm. 285–286. ISBN 978-1-59884-666-9.
  4. ↑ Thomas Q. Reefe (1981). The Rainbow and the Kings: A History of the Luba Empire to 1891. University of California Press. hlm. 67–72. ISBN 978-0-520-04140-0.
  5. ↑ Anthony Appiah; Henry Louis Gates (2010). Encyclopedia of Africa. Oxford University Press. hlm. 88–89, 106, 130–131, 309–310. ISBN 978-0-19-533770-9.


Ikon rintisan

Artikel bertopik kelompok etnik ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan