Minggu, 18 Oktober 2026
17:09 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Suku Lapith

Suku Lapith

Bagikan:
330px-Sebastiano_Ricci_045.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pertempuran antara suku Lapith dan para kentaur.

Dalam mitologi Yunani, Suku Lapith (bahasa Yunani Kuno:Λαπίθαι) adalah kelompok etnis yang tinggal di daerah Thessalia, di lembah Peneios[1] dan di gunung Pelion. Mereka termasuk dalam suku Aiolia. Seperti halnya suku Mirmidon dan suku-suku lainnya di Thessalia, suku Lapith berasal dari masa pra-Hellen.

Suku Lapith mengirim empat puluh kapal dalam Perang Troya, dengan Polipoites (putra Pirithos dan Leonteos) sebagai komandannya.

Dalam mitologi

Asal-usul

Lapithos dan Kentauros adalah putra dewa Apollo dan nimfa Stilbe, putri dewa sungai Peneios. Lapithos tumbuh menjadi prajurit yang gagah perkasa, tetapi Kentauros adalah orang yang cacat dan lebih sering menghabiskan waktu bersama kuda-kuda betina. Kentauros berhubungan seksual dengan kuda-kuda betina itu dan akhirnya terlahirlah ras kentaur, makhluk setengah kuda setengah manusia. Sementara Lapithos menjadi leluhur suku Lapith.[2][3] Keturunan Lapithos yang terkenal antara lain Iksion, Pirithos, Kaineus, da Koronos, serta peramal Idmon dan Mopsos.

Kentauromakhia

Pirithos, raja Lapith, menikah dengan Hippodameia. Dalam pesta pernikahannya, para kentaur diundang karena mereka masih termasuk saudara suku Lapith. Namun di sana mereka disuguhi dengan miuman anggur sehingga sifat liarnya keluar. Ketika Hipodameia muncul, kentaur Eurition berusaha meculiknya, dan tindakannya ini diikuti oleh para kentaur lainnya. Akibatny pecahlah pertempuran antara para kentaur dengan suku Lapith. Konflik tersebut dinamai Kentauromakhia (Perang Kentaur). Pada akhirnya ras kentaur mengalami kekalahan dan pergi dari Thessalia.

Catatan kaki

  1. ↑ "Suku Lapith membuat rumah di sekitar sungai Peneios" (Diodoros Sikolos, 4.69.2).
  2. ↑ Homeros, Iliad 12.128
  3. ↑ Diodoros Sikolos 4. 69; 5. 61.

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Lapiths.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan