Kamis, 29 Oktober 2026
07:14 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Suku Yerisiam

Bagikan:
Yerisiam Gua
Beduba, Girimora, Taribu
Daerah dengan populasi signifikan
Papua Tengah
Bahasa
Bahasa Yeresiam
Kelompok etnik terkait
Yaur • Umari • Miere • Waropen • Yapen • Biak

Suku Yerisiam Gua (dikenal dengan variasi ejaan Yeresiam, Gwa, Gwoa, Goa)[1] dan pada masa lampau dipanggil Beduba, Girimora, atau Taribu, adalah kelompok etnis yang mendiami pesisir barat Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah. Mereka berbahasa Yeresiam yang merupakan anggota rumpun bahasa Austronesia.[2]

Sub suku

Suku Yeresiam terbagi menjadi empat sub-suku;[1][3]

  • Waoha, marga: Hanebora, Inggeruhi, Money, Refasie
  • Akaba, marga: Henawi, Waropen, Yarawobi, Yoweni
  • Sarakwari, marga: Akubar, Kowoi, Nanaur
  • Koroba, marga: Maniburi, Marariampi, Rumirawi, Waremuna.

Wilayah adat suku Yeresiam Gua pada bagian selatan berbatasan dengan suku Gua Selatan di Distrik Yamor,[4] Kabupaten Kaimana yang masih berkerabat, walau suku tersebut termasuk salah satu sub-suku Miere.[5]

Referensi

  1. 1 2 "SUMMARY OF ASSESSMENTS AND MANAGEMENT PLANS" (PDF). RSPO. Diakses tanggal 2025-02-07.
  2. ↑ Widyaningsih, Eka (2019-10-08). "Eksplorasi Suku Yerisiam: Salah Satu Suku Asli Nabire Dalam Kehidupan Sehari-hari". Sanskertaonline. Diakses tanggal 2025-01-26.
  3. ↑ Ruban, Titus. "Catatan Akhir 2019 Suku Yeresiam". arsip.jubi.id. Diakses tanggal 2025-02-03.{{cite news}}: |work= and |website= ditentukan lebih dari satu kali
  4. ↑ "Suku Gua Selatan". berita BRWA. Badan Registrasi Wilayah Adat. 2025-02-07. Diakses tanggal 2025-02-07.
  5. ↑ "Awujani dan Maramoy". berita BRWA. 2025-02-07. Diakses tanggal 2025-02-07.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan