Rabu, 07 Oktober 2026
00:57 WIB
TERKINI
Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan

Orang Baining

masyarakat suku Papua Nugini

Bagikan:
Baining
Jumlah populasi
c.12,000
Daerah dengan populasi signifikan
Bahasa
Bahasa Baining
Agama
Metodisme, Katolik, Pomio Kivung

Orang Baining adalah salah satu kelompok penduduk paling awal yang secara terus-menerus mendiami Semenanjung Gazelle di East New Britain, Papua Nugini; saat ini mereka tinggal di Pegunungan Baining, yang menjadi asal nama mereka. Orang Baining diyakini terdorong untuk menetap di wilayah ini pada masa yang relatif baru akibat migrasi suku Tolai ke daerah pesisir. Migrasi Baining ke pedalaman juga kemungkinan dipengaruhi oleh aktivitas vulkanik besar yang terjadi selama berabad-abad di sekitar wilayah yang kini menjadi kota Rabaul di pesisir timur laut.

Bahasa Baining

Bahasa Baining merupakan sebuah rumpun bahasa tersendiri yang dituturkan oleh orang Baining. Bahasa ini kemungkinan berhubungan dengan Bahasa Taulil–Butam serta dengan Makolkol yang kini telah punah.

Bahasa-bahasa tersebut, yang sesuai dengan kelompok klan, meliputi:

Makolkol dahulu bertetangga dengan bahasa-bahasa Baining lainnya di bagian barat daya.

Label "Baining" awalnya digunakan untuk penutur bahasa Qaqet, kelompok pertama yang menjalin kontak reguler dengan para administrator dan misionaris. Rumpun bahasa ini semula diklasifikasikan sebagai dialek dari satu bahasa tunggal. Hubungan genetik yang lebih luas dari bahasa-bahasa tersebut masih belum jelas, dan biasanya dikategorikan secara negatif sebagai bukan Austronesia maupun bukan Oseanik.[1]

Referensi

  1. ↑ Hellwig, B. (2019) A grammar of Qaqet hlm. 2

Sumber

  • Fajans, Jane. They Make Themselves: Work and Play Among the Baining of Papua New Guinea. Chicago: University of Chicago Press, 1997. ISBN0-226-23443-6
  • Pool, Gail. Lost Among the Baining: Adventure, Marriage, and Other Fieldwork. Columbia: University of Missouri Press, 2015. ISBN0-826-22051-7

Media terkait Baining di Wikimedia Commons

Ikon rintisan

Artikel bertopik kelompok etnik ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan