Rabu, 23 September 2026
18:09 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN

Sujecheon

Sujecheon
Hangul
수제천
Hanja
Alih AksaraSujecheon
McCune–ReischauerSujech'ŏn

Sujecheon adalah judul musik istana Korea, akarnya diperkirakan dari zaman kerajaan Silla (57 SM – 935 M).[1][2]

Awalnya dikembangkan dari nyanyian syair yang berjudul jeongeup-sa, namun pada saat ini sudah hilang dan hanya dimainkan secara instrumental. Nama lain sujecheon adalah Bitgarak jeongeup, terdiri dari 4 bagian yang dimainkan secara orkestra pada perayaan istana untuk memohon kedamaian dan kemakuran negara pada masa Dinasti Joseon (1392-1910). Selain itu, musik ini juga digunakan untuk mengiringi tari-tarian istana.[2]

Dianggap sebagai salah satu nomor musik klasik Korea yang terbaik, musik sujecheon berciri khas lambat di mana setelah melodi utama piri (suling buluh) dimainkan, nada alat musik lain yaitu daegeum (suling besar), sogeum (suling kecil), haegeum (rebab) dan ajaeng (kecapi gesek) saling mengikuti dalam alunan panjang.[2] Permainan musik Sujecheon maksimal bisa memakan waktu lebih dari 15 menit.

Musik ini dinamakan juga Bonghwangeum pada saat dimainkan pada Festival Musik UNESCO yang pertama di Prancis pada tahun 1970.[2]

Lihat pula

Pranala luar

Referensi

  1. (Inggris) Sujecheon, gugak. Diakses pada 7 Mei 2011.
  2. 1 2 3 4 Sujecheon Diarsipkan 2007-09-29 di Wayback Machine., jeongeup. Diakses pada 7 Mei 2011.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan