Selasa, 03 November 2026
09:58 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare

Suez (perusahaan, 1997–2008)

Bagikan:
Perusahaan pengolahan air dan limbah, serta energi asal PrancisTemplat:SHORTDESC:Perusahaan pengolahan air dan limbah, serta energi asal Prancis
Artikel ini berisi tentang perusahaan yang didirikan pada tahun 1997. Untuk pendahulunya, lihat Suez Company (1858-1997). Untuk perusahaan yang diubah namanya menjadi Suez pada tahun 2015, lihat Suez (perusahaan, 2015).
Suez S.A.
250px-Suez_Logo.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
JenisSociété anonyme
IndustriAir, pengolahan limbah, energi
Dibubarkan22 Juli 2008
Status akhirPenggabungan dengan Gaz de France
PenerusEngie
Suez Environnement
Tokoh kunci
Jay Woods, CEO
LayananPengolahan air, pembangkitan listrik, pengolahan limbah, pemulihan sumber daya, dan daur ulang
PendapatanKenaikan US$18,203 miliar (2017)
Jumlah karyawan
~88.775 (2018)

Suez S.A., dikenal mulai tahun 1997 hingga 2001 sebagai Suez-Lyonnaise des eaux, dulu adalah sebuah perusahaan multinasional yang berkantor pusat di 8th arrondissement of Paris, Prancis[1] dengan bisnis di bidang penyediaan air, listrik, dan gas alam, serta pengolahan limbah. Suez adalah hasil penggabungan antara Compagnie de Suez dan Lyonnaise des Eaux pada tahun 1997. Pada awal dekade 2000-an, Suez juga memiliki sejumlah aset media dan telekomunikasi, tetapi kemudian didivestasi. Menurut Masons Water Yearbook tahun 2004/5, Suez melayani 117,4 juta orang di seluruh dunia. Perusahaan ini bergabung dengan Gaz de France pada tanggal 22 Juli 2008 untuk membentuk GDF Suez[2] (kini Engie). Bisnis air dan limbah dari GDF Suez kemudian dijadikan modal untuk mendirikan Suez Environnement.[2]

Sejarah

Suez adalah salah satu perusahaan multinasional tertua di dunia yang masih eksis hingga saat ini. Pendahulu tertua dari Suez adalah Algemeene Nederlandsche Maatschappij ter begunstiging van de volksvlijt yang didirikan pada tahun 1822 oleh Raja William I dari Belanda. Nama 'Suez' berasal dari Compagnie universelle du canal maritime de Suez yang didirikan untuk membangun Terusan Suez pada pertengahan abad ke-19.

Penggabungan dengan Gaz de France

Pada tanggal 25 Februari 2006, Perdana Menteri Prancis Dominique de Villepin mengumumkan penggabungan antara Suez dan Gaz de France, dengan tujuan untuk membentuk perusahaan LNG terbesar di dunia.[3] Pendapatan dari GDF adalah sekitar 22,4 miliar euro pada tahun 2005, sementara pendapatan dari Suez adalah 41,5 miliar pada tahun yang sama. Serikat pekerja CGT pun menyebut penggabungan tersebut sebagai "privatisasi terselubung."[4]

Pada tanggal 3 September 2007, GDF dan Suez mengumumkan kesepakatan penggabungan, dengan 22 lembar saham Suez akan ditukar dengan 21 lembar saham GDF, karena Suez akan digabung ke dalam GDF. Pemerintah Prancis pun memegang 35% saham GDF Suez.[5] Sebagai bagian dari persyaratan yang diberikan oleh Komisi Eropa atas penggabungan tersebut, pada tanggal 29 Mei 2008, Suez menjual Distrigas ke Eni dengan harga €2,7 miliar.[6] Pada tanggal 22 Juli 2008, GDF Suez resmi beroperasi.[2]

Anak usaha besar

Kini menjadi bagian dari Engie

  • Suez Energy International – energi
  • Electrabel – listrik di Eropa (awalnya di Belgia)
  • Tractebel – konsultansi teknik internasional
  • Cofely – manajemen fasilitas

Kini menjadi bagian dari SUEZ

  • Sita — pengolahan limbah
  • Suez Environnement — air dan limbah
  • Degrémont — rekayasa pengolahan limbah dan air
  • United Water — air di Amerika Serikat dan Adelaide, Australia
  • Grupo Agbar — air dan limbah
  • Purite - pemurnian air
  • GE Water and Process Technologies-Ionics-Ecolochem-ZENON-Osmonics
  • Driplex Water Engineering
  • Driplex Water Engineering International

Referensi

  1. ↑ "Disclaimer." Suez. Retrieved on 7 July 2010.
  2. 1 2 3 Patel, Tara (22 Juli 2008). "GDF Suez Shares Fall in Debut Following Merger". Bloomberg. Diakses tanggal 2008-07-22.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ http://www.lemonde.fr/web/article/0,1-0@2-3234,36-745348,0.html (subscription)
  4. ↑ "GDF-Suez petits arrangements avec la vérité". humanite.fr. Diarsipkan dari asli tanggal 2006-06-24. Diakses tanggal 2006-09-25.
  5. ↑ "Suez, Gaz De France Agree To New Merger Deal". RTT News. 2007-09-04. Diarsipkan dari asli tanggal 2008-03-30. Diakses tanggal 2007-09-04.
  6. ↑ "Key moments in GDF Suez combination". Forbes. Associated Press. 16 Juli 2008. Diakses tanggal 2008-07-22.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) [pranala nonaktif]

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan