Artikel ini sebagian besar atau seluruhnya berasal dari satu sumber. Diskusi terkait dapat dibaca pada halaman pembicaraan. Tolong bantu untuk memperbaiki artikel ini dengan menambahkan rujukan ke sumber lain yang tepercaya. |
Sudarso adalah seorang pelukis sekaligus pengajar praktik melukis di Akademi Seni Rupa Indonesia.[1]
Masa muda dan pendidikan
Ayah Sudarso adalah seorang carik desa.[butuh rujukan] Sejak masih kanak-kanak, Sudarso suka membuat ilustrasi dari tokoh-tokoh wayang kulit.[2] Tamat Sekolah Dasar Arjoena School di Ajibarang, Jawa Tengah, tahun 1931.[butuh rujukan]
Karier dan karya
Sudarso mulai belajar melukis pada tahun 1937 secara autodidak.[3] Sejak itu sampai tahun 1938 berkelana ke Bandung, hidup dari berdagang telur dan susu berkeliling kota hingga bertemu Affandi, pelanggannya.[butuh rujukan]Ia melukis bersama dengan pelukis lain di Kota Bandung yaitu Affandi, Barli, Wahdi dan Hendra Gunawan.[4] Mulai saat itu ia berlatih melukis dengan Affandi.[butuh rujukan]
Ia pernah mengadakan pameran lukisan tunggal di Kedutaan Argentina, Jakarta pada tahun 1960, dan di Balau Budaya Jakarta tahun 1969.[5] Tentang seni lukisnya, ia terkenal dalam Seni Lukis Jakarta dalam Sorotan.[5] Sudarso suka melukis perempuan desa yang tampak sederhana dengan gambar pemandangan alam sebagai latar dengan gaya yang khas.[5] Ia dianggap tepat dalam mengungkapkan psikologi wanita desa, sederhana, polos dan wajar.[5] Kebanyakan lukisan itu berpose sedang duduk.[5] Penggambaran kaki tangan perempuan-perempuan dalam arti kualitatif juga sangat menonjol.[5] Affandi mengakui bahwa sampai saat ini, dia merupakan pelukis Indonesia yang pandai menggambar kaki dan tangan.[5] Beberapa karyanya adalah, Gajah Uwong, Wanita, Ibu dan Anak, dan Dik Kedah.[5]
Referensi
- ↑ Rosidi, Ajip (2010). Mengenang Hidup Orang Lain: Sejumlah Obituari. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia. hlm. 405. ISBN 978-979-91-0222-5.
{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link) - ↑ WIbawa, Guntur Tri (Januari 2018). "Sudarso: Dari Pengantar Susu dan Telur Jadi Seniman". An1mage. 3 (1): 25.
- ↑ Sekretariat Negara Indonesia (2017). Senandung Ibu Pertiwi: Painting Exhibition, Collection of the Presidential Palace of the Republic of Indonesia. Sekretariat Presiden, Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia. hlm. 104.
{{cite book}}: Parameter tidak dikenal|lay-url=diabaikanPemeliharaan CS1: Status URL (link) - ↑ Djien, Oei Hong (April 2012). Gautama, C., dan Khoiri R., I. (ed.). Seni dan Mengoleksi Seni: Kumpulan. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia, OHD Museum & Djarum Foundation. hlm. 62. ISBN 978-979-91-0439-7.
{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penyunting (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - 1 2 3 4 5 6 7 8 (Indonesia)Hassan Shadily & Redaksi Ensiklopedi Indonesia (Red & Peny)., Ensiklopedi Indonesia Jilid 6 (SHI-VAJ). Jakarta: Ichtiar Baru-van Hoeve, hal. 3323