Rabu, 07 Oktober 2026
03:05 WIB
TERKINI
Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan

Subjek-objek-verba

Bagikan:

Dalam tipologi linguistik, bahasa subjek-objek-verba (SOV) adalah bahasa yang urutan unsur struktur kalimatnya berupa atau biasanya berupa subjek, objek, dan verba. Jika bahasa Indonesia adalah bahasa SOV, maka "Adi lantai menyapu" akan menjadi kalimat yang umum, alih-alih "Adi menyapu lantai". Tipologi ini juga dipakai untuk menjelaskan bahasa ergatif seperti bahasa Adyghe dan Basque yang memiliki agen sebagai pengganti subjek sehingga urutannya menjadi agen-objek-verba.

Penggunaan

Struktur
kalimat
Harfiah dalam
bahasa Indonesia
Persentase
bahasa
Contoh bahasa
yang menggunakan
SOP"Dia -nya mencintai."45% 45
 
Pashto, Latin, Jepang, Afrikaans
SPO"Dia mencintainya."42% 42
 
Indonesia, Inggris, Mandarin, Rusia
PSO"Mencintai dia -nya."9% 9
 
Ibrani Biblikal, Irlandia, Zapotec, Tuareg
POS"Mencintainya dia."3% 3
 
Malagasi, Baure
OPS"-nya mencintai dia."1% 1
 
Apalaí (?), Hixkaryana (?)
OSP"-nya dia mencintai."0% Warao

Disurvei oleh Russell S. Tomlin pada tahun 1980-an.[1][2]

Di antara bahasa-bahasa alami yang mementingkan urutan unsur kalimat, SOV merupakan jenis urutan yang paling banyak digunakan, diikuti oleh subjek-verba-objek (SVO).[3] Bahasa yang menggunakan struktur SOV meliputi bahasa Afrikaans, Ainu, Akkadia, Amhara, Armenia, Assam, Aymara, Azerbaijan, Basque, Bengali, Burushaski, rumpun bahasa Dogon, Elam, Yunani Kuno, Hindi, Het, Hopi, Hungaria, rumpun bahasa Ijoid, Itelmen, Jepang, Kazakh, Korea, Kurdi, Latin Klasik, Manchu, rumpun bahasa Mande, Marathi, Mongolia, Myanmar, Navajo, Nepali, Newar, Nivkh, Nobiin, Pali, Pashtun, Persia, Punjabi, Quechua, Sanskerta, rumpun bahasa Senufo, Seri, Sisilia, Sindhi, Sinhala dan sebagian besar anggota rumpun bahasa Indo-Iran lainnya, Somali dan anggota rumpun bahasa Kushi lainnya, Sumeria, Tagalog, Tibet dan hampir semua anggota rumpun bahasa Tibeto-Burma lainnya, Kannada, Malayalam, Tamil, Telugu, dan semua anggota rumpun bahasa Dravida lainnya, Tigrinya, rumpun bahasa Turk, Turki, Urdu, Yukaghir, serta hampir semua anggota rumpun bahasa Kaukasus.

Struktur kalimat baku bahasa Mandarin adalah SVO, tetapi untuk menyusun kalimat sederhana dengan konteks yang jelas, urutan unsur kalimatnya dapat dibolak-balik sehingga memungkinkan terbentuknya struktur SOV maupun OSV. Sementara itu, bahasa Belanda dan Jerman dianggap berstruktur SVO dalam tipologi konvensional, tetapi SOV dalam tata bahasa generatif.

Ciri-ciri

Bahasa-bahasa SOV memiliki kecenderungan kuat menggunakan posposisi daripada preposisi, meletakkan verba bantu setelah verba tindakan, meletakkan frasa nominal genitif sebelum nomina, meletakkan nama sebelum gelar atau sebutan (misalnya "Tatik Ibu" dan "Jono Kopral", alih-alih "Ibu Tatik" dan "Kopral Jono"), dan memberi subordinator pada akhir klausa subordinat. Bahasa-bahasa tersebut juga memiliki kecenderungan cukup kuat meletakkan adjektiva demonstratif sebelum nomina yang dimodifikasi. Klausa relatif yang mendahului nomina yang dirujuk biasanya menandakan struktur kalimat SOV, tetapi tidak berlaku sebaliknya: umumnya bahasa-bahasa SOV menggunakan klausa relatif prenominal dan posnominal secara berimbang. Bahasa-bahasa itu tampaknya juga memiliki kecenderungan menggunakan susunan frasa adposisional waktu-cara-tempat.

Contoh

Albania

Kalimat Agimi librin e mori.
Kata/Frasa Agimilibrine mori
Harfiah Agimibukumengambil
Unsur Subjek Objek Verba
Terjemahan Agimi mengambil buku.

Azerbaijan

Kalimat Yusif almanı yedi.
Kata/Frasa Yusifalmanıyedi
Harfiah Yusufapelmakan
Unsur Subjek Objek Verba
Terjemahan Yusuf makan apel.

Basque

Bahasa Basque tidak memiliki subjek, tetapi agen dengan urutan agen-objek-verba dalam klausa transitif:

Kalimat Enekok sagarra ekarri du.
Kata/Frasa Enekoksagarraekarridu
Harfiah Eneko (+ERGATIF)apelmembawaVERBA BANTU telah
Unsur Agen Objek Verba
Terjemahan Eneko telah membawa apel.

Myanmar

Bahasa Myanmar merupakan bahasa analitis.

Kalimat ငါက စက္ကူဘူးကို ဖွင့်တယ်။
Kata/Frasa ငါကစက္ကူဘူးကိုဖွင့်တယ်
IPA ŋà
nga
ɡa̰
ga.
seʔkùbú
se'ku bu:
ɡò
gou
pʰwìɴ
hpwin.
dè
de
Harfiah Saya(subj.)kotak(obj.)membuka(sekarang)
Unsur Subjek Objek Verba
Terjemahan Saya membuka kotak.

Tionghoa

Umumnya, semua anggota rumpun bahasa Tionghoa berstruktur kalimat SVO. Akan tetapi, terutama dalam bahasa Mandarin, penggunaan struktur SOV juga dapat diterima, bahkan ada aturan khusus untuk menyusun kalimat berstruktur SOV.

Kalimat 我把苹果吃了.
Kata/Frasa 我把苹果吃了
Alih Aksara Wǒbǎpíngguǒchīle
Harfiah Sayanomina sebelum verbaapelmakan
Unsur Subjek Penanda gramatikal Objek Verba
Terjemahan Saya makan apel.

Referensi

  1. ↑ Introducing English Linguistics International Student Edition oleh Charles F. Meyer
  2. ↑ Russell Tomlin, "Basic Word Order: Functional Principles", Croom Helm, London, 1986, hlm. 22
  3. ↑ Crystal, David (1997). The Cambridge Encyclopedia of Language (Edisi kedua). Cambridge: Cambridge University Press. ISBN 0-521-55967-7.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan