Rabu, 21 Oktober 2026
20:46 WIB
TERKINI
Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama
Stupa Sujata

Stupa Sujata

Bagikan:
Sujata Stupa
330px-Sujata_Garh.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pemandangan umum Stupa Sujata saat ini
Agama
AfiliasiBuddhisme
Status keagamaan atau organisasiReruntuhan stupa
Diberkatiabad ke-2 SM[1]
Lokasi
osm-intl,13,24.6976432,85.0044857,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Stupa_Sujata&revid=26598834&groups=_e7d11bd014df51cbd3dcc50c87b836aa3203b6fa&parser=parsoid
Peta interaktif Stupa Sujata
LokasiBakraur, Bodh Gaya, India
Negara bagianBihar
SektorGaya
Koordinat24°41′52″N 85°00′16″E / 24.6976432°N 85.0044857°E / 24.6976432; 85.0044857

Stupa Sujata, juga Stupa Kuti Sujata, atau Sujata Garh, adalah sebuah stupa Buddhis yang terletak di desa Senanigrama (Bakraur) sedikit di sebelah timur Bodh Gaya di negara bagian Bihar, India. Lokasinya tepat di seberang Sungai Phalgu dari kota Bodh Gaya, tempat Buddha Gautama dikatakan telah mencapai pencerahan. Dari Bodh Gaya ke Sujata Stupa, dapat ditempuh dengan berjalan kaki sekitar 20 menit. Stupa ini awalnya dibangun pada abad ke-2 SM, sebagaimana yang dikonfirmasi melalui penemuan barang-barang berwarna abu-abu gelap yang dipelitur dan sebuah koin bertanda cap di biara di dekatnya.[1]

Stupa ini didedikasikan untuk wanita pemerah susu, Sujata, dari desa Bakraur, yang dikatakan telah memberi makan susu dan nasi kepada Buddha Gautama di tempat ini ketika Buddha sedang duduk di bawah pohon Banyan, sehingga mengakhiri tujuh tahun puasa dan pertapaannya, dan memungkinkannya untuk mencapai pencerahan melalui Jalan Tengah.[2][3][4]

Stupa ini aslinya dihiasi dengan sebuah pilar Asoka, yang sebagian digali untuk bahan bangunan pada tahun 1800-an, kemudian ditempatkan di persimpangan Gol Pather di Gaya, dan akhirnya dipindahkan ke Bodh Gaya pada tahun 1956.[5][6]

Stupa ini merupakan bagian integral dari lansekap asli di Bodh Gaya, dan diperkokoh dan diperluas beberapa kali selama berabad-abad.[1]

Badan Survei Arkeologi India melakukan penggalian pada tahun 1973—1974 dan 2001—2006.[7] Sebuah plakat yang ditemukan dalam penggalian tersebut memiliki sebuah prasasti dari abad ke-8 hingga ke-9 Masehi yang berbunyi "Devapala Rajasya Sujata Griha", Devapala ditafsirkan sebagai raja Dinasti Pala abad ke-9, maka berarti "Rumah Sujata, dari Raja Devapala".[8][7] Hal ini menunjukkan bahwa tahap terakhir pembangunan stupa tersebut berasal dari masa Devapala pada abad ke-9 M, untuk mengenang rumah tempat Sujata tinggal.[8]

Galeri

Referensi

  1. 1 2 3 Geary, David; Sayers, Matthew R.; Amar, Abhishek Singh (2012). Cross-disciplinary Perspectives on a Contested Buddhist Site: Bodh Gaya Jataka (dalam bahasa Inggris). Routledge. hlm. 35–36. ISBN 9781136320675.
  2. ↑ Prasoon, Shrikant (2007). Knowing Buddha : [life and teachings]. [Delhi]: Hindoology Books. ISBN 9788122309638.
  3. ↑ Planet, Lonely; Blasi, Abigail (2017). Lonely Planet India (dalam bahasa Inggris). Lonely Planet. ISBN 9781787011991.
  4. ↑ Dwivedi, Sunita; Lama, Dalai (foreword) (2006). Buddhist heritage sites of India. New Delhi: Rupa & Co. ISBN 8129107384.
  5. 1 2 Geary, David (2017). The Rebirth of Bodh Gaya: Buddhism and the Making of a World Heritage Site (dalam bahasa Inggris). University of Washington Press. hlm. 209 Note 1. ISBN 9780295742380.
  6. ↑ O'malley, L. S. S. (2007). Bengal District Gazetteer : Gaya (dalam bahasa Inggris). Concept Publishing Company. hlm. 200–201. ISBN 9788172681371.
  7. 1 2 ASI notice
  8. 1 2 Parishad, Bihar Purāvid (1977). The Journal of the Bihar Purävid Parishad (dalam bahasa Inggris). Bihar Puravid Parishad. hlm. 136.

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Sujata Stupa.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan