Selasa, 03 November 2026
05:44 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Struktur Batu Bertingkat

Struktur Batu Bertingkat

Bagikan:
250px-Ir-david03.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Struktur Batu Bertingkat

Struktur Batu Bertingkat (bahasa Inggris:Stepped Stone Structure) adalah nama yang diberikan untuk bekas-bekas bangunan pada situs arkeologi yang diberi istilah Area G pada sisi timur Kota Daud, bagian tertua Yerusalem. Struktur batu melengkung setinggi 20 meter (66 ft) dan sempit itu dibangun bertingkat-tingkat pada suatu rangkaian teras. Suatu tembok casemate menghubungkan struktur itu dari arah utara pada tingkatan yang lebih tinggi dan kemungkinan merupakan tembok kota aslinya.

Penemuan

Struktur itu tersingkap dari seri ekskavasi oleh R.A.S. Macalister pada tahun 1920-an, Kathleen Kenyon pada tahun 1960-an, dan Yigal Shiloh pada tahun 1970-80-an. Kathleen Kenyon memberi struktur itu tarikh pada permulaan Zaman Besi II (1000-900 SM); Macalister percaya struktur itu dibangun oleh orang Yebus, dan sebagai orang pertama yang mengekskavasi struktur itu menyebutnya ramp. Sarjana-sarjana lain, setelah mempelajari penemuan-penemuan terbaru dari Kenyon dan Shiloh, berpendapat bahwa struktur itu merupakan suatu tembok pertahanan atau suatu benteng. Israel Finkelstein et al. mengusulkan bahwa bagian atas struktur ini dibangun kembali besar-besaran pada zaman Hasmonean.[1]

Suatu hipotesis diajukan bahwa struktur ini mungkin adalah bangunan Milo yang dicatat di Alkitab. Ekskavasi oleh Eilat Mazar langsung di atas Struktur Batu Bertingkat menunjukkan bahwa struktur ini langsung berhubungan dengan dan menopang Struktur Batu Besar.[2] Mazar menunjukkan bukti bahwa Struktur Batu Besar merupakan suatu istana kerajaan Israel yang digunakan terus menerus sejak abad ke-10 SM sampai tahun 586 SM (kehancuran Yerusalem oleh tentara Babel). Kesimpulannya bahwa Stuktur Batu Bertingkat dan Struktur Batu Besar merupakan bagian dari suatu istana kerajaan tunggal dan masif dapat menjelaskan rujukan mengenai "Rumah Milo" pada 2 Raja-raja 12:20 dan 2 Tawarikh 24:25 sebagai istana di mana Raja Yoas dibunuh pada tahun 799 SM ketika sedang tidur di ranjangnya. "Milo" diturunkan dari kata Ibrani: milui, yang berarti "timbunan, padatan, isi". Penopang Struktur Batu Bertingkat terbuat dari "timbunan padatan" (fills).[3]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Israel Finkelstein, Ze'ev Herzog, Lily Singer-Avitz and David Ussishkin (2007), Has King David's Palace in Jerusalem Been Found? Diarsipkan 2009-03-05 di Wayback Machine, Tel Aviv: Journal of the Institute of Archaeology of Tel Aviv University, 34(2), 142-164; p. 154
  2. ↑ Mazar, Eilat, Excavations at the Summit of the City of David, Preliminary Report of Seasons 2005-2007, Shoham, Jerusalem and New York, 2009.
  3. ↑ Mazar, Eilat, Excavations at the Summit of the City of David, Preliminary Report of Seasons 2005-2007, Shoham, Jerusalem and New York, 2009, p. 67.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan