Minggu, 25 Oktober 2026
04:00 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung
Strappado

Strappado

metode penyiksaan

Bagikan:
250px-The_Strappado_by_Jacques_Callot_%28cropped%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Strappado, digunakan sebagai hukuman publik, detail pelat 10 Les Grandes Misères de la guerre oleh Jacques Callot, 1633

Strapado, juga dikenal sebagai corda,[1] adalah bentuk penyiksaan dengan tangan korban diikat di belakang punggungnya dan korban digantung dengan tali yang diikatkan ke pergelangan tangan, biasanya mengakibatkan bahu terkilir.[2][3] Tambahan Beban dapat diberikan ke tubuh korban untuk mengintensifkan efek penyiksaan dan meningkatkan rasa sakit.[4] Penyiksaan semacam ini umumnya tidak berlangsung lebih dari satu jam tanpa istirahat,[5] karena kemungkinan besar akan mengakibatkan kematian.

Nama lain untuk strappado antara lain "gantung terbalik", "gantung Palestina"[6][7][8] dan il tormento della corda.[9] Bentuk penyiksaan ini digunakan oleh Inkuisisi abad pertengahan dan banyak negara,[10] seperti pengadilan hukum sipil (1543-1798) dari Ordo St. John di Castellania di Valletta, Malta.[11][12]

Penerapan teknik strappado yang tepat menyebabkan kerusakan permanen yang terlihat. Tingkat rasa sakit dan resistensi bervariasi, tergantung pada berat korban dan beban tambahan yang ditambahkan ke tubuh.[13] Bentuk penyiksaan ini bukan seperti yang dimasukkan secara salah oleh Samuel Johnson dalam kamusnya, sebuah "hukuman dengan pukulan."[14]

Referensi

  1. ↑ Smollett, Tobias (1900). The works of Tobias Smollett, Volume 11. Constable. hlm. 216. OCLC 646851669. Diakses tanggal Agustus 7, 2016.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Cassar, Paul (1988). The Castellania Palace: From Law Courts to Guardian of the Nation's Health. Malta: Department of Information. hlm. 31–32.
  3. ↑ Boffa, Christa (8 Juli 2016). "Palazz Castellania". Illum (dalam bahasa Malta). Diarsipkan dari asli tanggal 30 Juli 2016.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Borg-Muscat, David (2001). "Prison life in Malta in the 18th century – Valletta's Gran Prigione" (PDF). Storja: 48–49. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 16 April 2016.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Eton, William (1802). Authentic materials for a history of the principality of Malta. Oxford University. hlm. 170 (70).
  6. ↑ "'Palestinian hanging' torture revealed - After Saddam". SMH. 18 Februari 2005. Diakses tanggal 20 Juli 2017. The prisoner died in a position known as "Palestinian hanging," documents reviewed by The AP showed.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ Goldhaber, Michael (2007). A People's History of the European Court of Human Rights. Rutgers University Press. hlm. 109. ISBN 978-0-8135-3983-6. Mysteriously, this method is commonly called "Palestinian hanging" today, although torture monitors say it is used by neither Israel nor the Palestinian Authority.
  8. ↑ Rejali, Darius (2007). Torture and Democracy. Princeton University Press. hlm. 355. ISBN 978-0-691-11422-4.
  9. ↑ The Inquisitor's Palace in Birgu (Vittoriosa).
  10. ↑ Inquisition from Its Establishment to the Great Schism: An Introductory Study[pranala nonaktif permanen] Authors A. L. Maycock, Ronald Knox Publisher Kessinger Publishing, 2003 ISBN0-7661-7290-2,ISBN978-0-7661-7290-6 p. 162
  11. ↑ "The Castellania". Malta Environment and Planning Authority. Diarsipkan dari asli tanggal 12 Maret 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  12. ↑ Cassar-Pullicino, Joseph (1992). Studies in Maltese Folklore. Malta University Press. hlm. 50.
  13. ↑ Torture and Democracy. p. 295-296.
  14. ↑ Samuel Johnson's Dictionary. Jack Lynch (Ed.) Levenger Press. Delray Beach, FL. 2004. Pages 10 and 482.


Ikon rintisan

Artikel bertopik dunia internasional ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan