Jumat, 23 Oktober 2026
14:03 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Stasiun Toyoshiro

Stasiun Toyoshiro

stasiun kereta api di Jepang

Bagikan:
Stasiun Toyoshiro

豊城駅
330px-Toyoshiro_eki.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Stasiun Toyoshiro tahun 1975, dan area sekitar radius sekitar 750. S kanan menuju arah Kota Hidaka. Lurus ke kiri adalah bekas Jalur dari era Jalur Kanayama menuju arah Numanohata, yang sekarang dialihfungsikan menjadi jalan. Sumber: Foto udara Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata (Jepang)
Lokasi
Operator40px-Ensign_of_the_Japanese_National_Railways.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Kereta Api Nasional Jepang
JalurJalur Tomiuchi
Jumlah peron1 peron sisi
Jumlah jalur1
Sejarah
Dibuka24 Juli 1922 (1922-07-24)[1]
Ditutup1 November 1986 (1986-11-01)[2]
Nama sebelumnyaKamimukawa (Hingga 1943)
Diagram stasiun
ke Kasuga
ke Mukawa
ke Irishikabetsu
Lokasi pada peta
Stasiun Toyoshiro di Hokkaidō
Stasiun Toyoshiro
Stasiun Toyoshiro
Lokasi di Hokkaidō
Tampilkan peta Hokkaidō
Stasiun Toyoshiro di Jepang
Stasiun Toyoshiro
Stasiun Toyoshiro
Stasiun Toyoshiro (Jepang)
Tampilkan peta Jepang
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L •B
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini

Stasiun Toyoshiro (豊城駅, Toyoshiro-eki) adalah bekas stasiun kereta api sementara di Mukawa, Hokkaido, Jepang, yang dioperasikan oleh Kementrian Perkeretaapian (sekarang Perusahaan Kereta Api Hokkaido).

Sejarah[3]

  • 24 Juli 1922 : Dibuka sebagai Stasiun Kamimukawa bersamaan dengan pembukaan Jalur Kereta Api Pertambangan Hokkaido Kanayama antara Stasiun Numanohata dan Stasiun Asahioka. Sebuah stasiun reguler.
  • 3 Maret 1924 : Hokkaido Mining Railway mengubah nama nya menjadi Hokkaido Railway (generasi ke-2), dan menjadi stasiun dari perusahaan tersebut.
  • 1943
    • 1 Agustus : Kereta Api Hokkaido dinasionalisasi melalui akuisisi masa perang, dan nama Jalur diubah menjadi Jalur Tomiuchi. Akibatnya, stasiun ini menjadi stasiun di jalur tersebut. Pada saat yang sama, namanya diubah menjadi Stasiun Toyoshiro.
    • 1 November : Jalur penghubung antara Stasiun Mukawa dan stasiun ini dibuka. Akibatnya, bagian antara Stasiun Numanohata dan stasiun ini yang sejajar dengan Jalur Utama Hidaka ditangguhkan (secara efektif dihapuskan) sebagai Jalur yang tidak penting.
  • 15 Agustus 1956 : Penanganan kargo dan bagasi dihentikan.
  • Tanggal tidak diketahui : Menjadi stasiun tanpa staf.
  • 1 November 1986 : stasiun ditutup karena penghentian total Jalur Tomiuchi.

Asal usul nama stasiun

Nama lama (Kamimukawa) diambil dari lokasinya diatas Stasiun Mukawa, sedangkan nama baru diambil dari nama lokasi tersebut.

Awalnya, Distrik Toyoshiro disebut "Kenashiro" dari kata Ainu "kenas-oro" (di hutan di tepi sungai), dan ketika ditulis dalam kanji ditulis sebagai "毛奈城 (kenashiro)".

Namun, setelah penghapusan Oaza dan reorganisasi nama tempat yang diterapkan di Kota Mukawa (pada saat itu) pada tanggal 15 November 1o43, wilayah yang mencakup nama tempat Kenashiro diberi nama "Toyoshiro", dan nama stasiun juga diubah menjadi nama ini ketika wilayah tersebut dinasionalisasi.

Nama "Toyoshiro" konon berasal dari nama lama "Kenagi" yang digabungkan dengan nama jembatan yang membentang di tengah distrik, "Toyobashi".

Meskipun nasionalisasi Jalur Tomiuchi dan penggantian nama stasiun terjadi telah revisi nama tempat, keputusan mengenai nama tempat itu sendiri dibuat pada tanggal 17 Juli, tepat sebelum nasionalisasi pada tanggal 1 Agustus, dan dewan desa kemudian memberikan persetujuannya para tanggal 31 Juli.

Referensi

  1. ↑ 石野哲, ed. (1998-10-01). 停車場変遷大事典 国鉄・JR編 II (Edisi 初版). JTB. hlm. 865. ISBN 978-4-533-02980-6. Templat:JP番号. {{cite book}}: Teks "和書" diabaikan
  2. ↑ "日本国有鉄道公示第109号". 官報. 1986-10-14. {{cite journal}}: Teks "和書" diabaikan
  3. ↑ https://ja.wikipedia.org/wiki/%E8%B1%8A%E5%9F%8E%E9%A7%85
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan