Rabu, 28 Oktober 2026
17:54 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Stasiun Surodadi

Stasiun Surodadi

stasiun kereta api di Indonesia

Bagikan:
Untuk kegunaan lain, lihat SD.
Stasiun Surodadi

330px-LiveryPapanStasiun_2020.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

250px-PapanNamaStasiun_SD.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
330px-Stasiun_Surodadi_2019.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Stasiun Suradadi
Nama lainStasiun Suradadi
Lokasi
Koordinat 7°41′46″S 109°42′9″E / 7.69611°S 109.70250°E / -7.69611; 109.70250
Ketinggian+3 m
Operator
Letak
km 132+522 lintas Semarang Poncol–Tegal–Cirebon[1]
Jumlah peron3 (satu peron sisi dan dua peron pulau yang agak tinggi)
Jumlah jalur3 (jalur 2 dan 3: sepur lurus)
LayananHanya untuk penyusulan antarkereta api.
Konstruksi
Jenis strukturAtas tanah
Informasi lain
Kode stasiun
KlasifikasiIII/kecil[2]
Fasilitas dan teknis
Jenis persinyalan
Diagram lintasan stasiun
ke Larangan
3
2
1
Jl. Raya
Purwa Suradadi
ke Pemalang
Lokasi pada peta
osm-intl,13,-7.6961111111111,109.7025,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Stasiun_Surodadi&revid=28872278&groups=_aafc28da2e3210df26451a28d2d3784b7eef1903&parser=parsoid
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L •B
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini

Stasiun Surodadi (SD) atau disebut juga Stasiun Suradadi merupakan stasiun kereta api kelas III/kecil yang terletak di Suradadi, Suradadi, Tegal. Stasiun yang terletak pada ketinggian +3 m ini termasuk dalam Daerah Operasi IV Semarang serta merupakan stasiun kereta api yang lokasinya paling timur di Kabupaten Tegal.

Awalnya stasiun ini memiliki dua jalur kereta api dengan jalur 2 merupakan sepur lurus. Setelah jalur ganda pada segmen Larangan-Pemalang resmi dioperasikan per 9 September 2009,[4] jumlah jalurnya bertambah menjadi tiga. Jalur 2 dijadikan sebagai sepur lurus untuk arah Cirebon saja, sedangkan jalur 3 ditambahkan di sisi selatan stasiun sebagai sepur lurus baru hanya untuk arah Semarang.

Saat ini tidak ada kereta api yang berhenti di stasiun ini, kecuali jika terjadi penyusulan antarkereta api.

Insiden

Pada tanggal 7 April 2007, pukul 03.05 WIB, kereta api Tawang Jaya dengan nomor KA 170A tujuan Stasiun Semarang Poncol anjlok di jalur 3 Stasiun Surodadi, Tegal. Kecelakaan ini disebabkan oleh KA 170A yang melanggar batas kecepatan, yaitu berjalan dengan kecepatan 81,7 km/jam saat melewati wesel 413 emplasemen Stasiun Suradadi, di mana batas kecepatan melewati sepur belok 10 km/jam.[5] Seorang balita berusia 8 bulan tewas, sedangkan 7 orang lain luka-luka. Para korban dibawa ke RS Mitra Siaga Tegal.[6]

Referensi

  1. ↑ Grafik Perjalanan Kereta Api pada Jaringan Jalur Kereta Api Nasional di Jawa Tahun 2025 (PDF). Bandung: Kereta Api Indonesia (Persero). 2024-12-30. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2025-01-27 – via Direktorat Jenderal Perkeretaapian.
  2. 1 2 Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020.
  3. ↑ Sugiana, A.; Lee, Key-Seo; Lee, Kang-Soo; Hwang, Kyeong-Hwan; Kwak, Won-Kyu (2015). "Study on Interlocking System in Indonesia" (PDF). Nyeondo Hangugcheoldohaghoe Chungyehagsuldaehoe Nonmunjib (Korean Society for Railway) (46).
  4. ↑ "Presiden SBY Resmikan Jalur Ganda KA". Kompas.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-04-11.
  5. ↑ https://knkt.go.id/Repo/Files/Laporan/Perkeretaapian/2007/KNKT.07.04.04.02-Final-Report.pdf
  6. ↑ antaranews.com. Suryanto (ed.). "KA Tawang Jaya Jakarta-Semarang Anjlok di Suradadi". ANTARA News. Diakses tanggal 2018-02-18.
Stasiun sebelumnya Piktogram dari KA Jarak Jauh Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Larangan
menuju Cirebon
Cirebon–Semarang Pemalang
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan