Minggu, 01 November 2026
14:29 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Stasiun Numanoue

Stasiun Numanoue

stasiun kereta api di Jepang

Bagikan:
Stasiun Numanoue

沼ノ上駅
330px-%E5%90%8D%E5%AF%84%E6%9C%AC%E7%B7%9A%E6%B2%BC%E3%83%8E%E4%B8%8A%E9%A7%85%E8%B7%A1.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peron Stasiun Numanoue yang masih terlihat pada Agustus 2010
Lokasi
OperatorLogo Perusahaan Kereta Api Hokkaido (JR Hokkaido). JR Hokkaido
JalurJalur Utama Nayoro
Sejarah
Dibuka25 Maret 1921 (1921-03-25)
Ditutup1 Mei 1989 (1989-05-01)
Diagram stasiun
ke Kōdō
ke Asahi
Lokasi pada peta
Stasiun Numanoue di Hokkaidō
Stasiun Numanoue
Stasiun Numanoue
Lokasi di Hokkaidō
Tampilkan peta Hokkaidō
Stasiun Numanoue di Jepang
Stasiun Numanoue
Stasiun Numanoue
Stasiun Numanoue (Jepang)
Tampilkan peta Jepang
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L •B
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini

Stasiun Numanoue (沼ノ上駅, Numanoue-eki) adalah bekas stasiun kereta api di Monbetsu, Hokkaido, Jepang, yang dioperasikan oleh Perusahaan JR Hokkaido.

250px-NumanoUe_eki.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Stasiun Numanoue dan area sekitarnya kurang lebih 500m para tahun 1978. Sumber: Foto Udara Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata (Jepang)

Sejarah[1]

  • 25 Maret 1921 : Dibuka bersamaan dengan pembukaan bagian Naka-Yūbetsu - Okoppe dari Jalur Nayoro Timur Kementerian Perkeretaapian.
  • 5 November 1923 : Nama jalur diubah menjadi Jalur Utama Nayoro, dan menjadi sebuah stasiun di jalur tersebut.
  • 1 Juni 1949 : Dialihkan ke Perusahaan Kereta Api Nasional Jepang.
  • 1 Oktober 1974 : Penanganan barang dihentikan.
  • 1 Desember 1978 : Penanganan barang dihentikan dan stasiun menjadi tidak berawak pada saat yang sama.
  • 1 April 1987 : Diwarisi oleh JR Hokkaido sebagai bagian dari privatisasi dan pembagian Kereta Api Nasional Jepang.
  • 1 Mei 1989 : Stasiun ini ditutup karena penghentian total Jalur Utama Nayoro.

Referensi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan