Sabtu, 24 Oktober 2026
09:52 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Stasiun Indihiang

Stasiun Indihiang

cagar budaya di Tasikmalaya, Jawa Barat, Indonesia; stasiun kereta api di Indonesia

Bagikan:
Stasiun Indihiang

330px-LiveryPapanStasiun_2020.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

250px-PapanNamaStasiun_IH.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
330px-Indihiang_Station_in_2025.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tampak Depan Stasiun Indihiang pada tahun 2025
Lokasi
Koordinat 7°17′9″S 108°12′16″E / 7.28583°S 108.20444°E / -7.28583; 108.20444
Ketinggian+384 m
Operator
Letak
km 265+425 lintas Bogor–Bandung–
Banjar–Kutoarjo–Yogyakarta[1]
Jumlah peron2 (satu peron sisi dan satu peron pulau yang sama-sama agak rendah)
Jumlah jalur2 (jalur 1: sepur lurus)
LayananHanya untuk persilangan dan penyusulan antarkereta api.
Konstruksi
Jenis strukturAtas tanah
Informasi lain
Kode stasiun
KlasifikasiIII/kecil[2]
Diagram lintasan stasiun
ke W.P. Babakanjawa
Jl. Bojongjengkol
ke Tasikmalaya
Lokasi pada peta
osm-intl,13,-7.2858333333333,108.20444444444,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Stasiun_Indihiang&revid=29188152&groups=_354afba5d52a0675f43bef91a1155bf155d5c8eb&parser=parsoid
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L •B
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini

Stasiun Indihiang (IH) adalah stasiun kereta api kelas III/kecil yang terletak di Jalan Ibrahim Adjie, Indihiang, Indihiang, Tasikmalaya. Stasiun yang terletak pada ketinggian +384 meter ini termasuk dalam Daerah Operasi II Bandung dan merupakan stasiun kereta api yang letaknya paling barat di Kota Tasikmalaya. Stasiun ini hanya memiliki dua jalur kereta api dengan jalur 1 merupakan sepur lurus.

Stasiun ini dibuka pada tahun 1893 oleh Staatsspoorwegen (SS). Di awal-awal operasinya, SS menempatkan seorang pribumi bernama Abdoel untuk menduduki jabatan kepala stasiunnya.[3]

Pada 2010, dilaporkan bahwa sebagian bangunan stasiun ini telah menjalani renovasi pada atap, bangunan, jendela, dan ruang tunggu. Benda-benda peninggalan SS yang tersisa di stasiun ini antara lain pelubang tiket, perangkat sinyal lama, dan genta peron.[4]

Ke arah barat laut stasiun ini, sebelum Stasiun Rajapolah, dahulu terdapat wesel pemisah Babakanjawa yang digunakan untuk operasional kereta api angkutan pasir Gunung Galunggung pascaletusan 1982. Lokasi percabangannya berada di dekat tugu gapura perbatasan antara Kabupaten dan Kota Tasikmalaya. Namun, jalur tersebut saat ini sudah tak lagi beroperasi karena jumlah pasir yang menipis sehingga cukup diangkut menggunakan truk pasir saja.[5][6]

Saat ini stasiun ini hanya melayani persilangan dan penyusulan antarkereta api saja, bukan untuk menaikturunkan penumpang. Stasiun ini merupakan salah satu stasiun yang berada di lintas Bandung—Tasikmalaya yang masih memakai persinyalan mekanik, seperti Stasiun Rajapolah, Ciawi, Cirahayu dan stasiun lainnya hingga Stasiun Nagreg. Setelah Stasiun Nagreg, sistem persinyalan telah menggunakan sistem elektrik.

Galeri

Referensi

  1. ↑ Grafik Perjalanan Kereta Api pada Jaringan Jalur Kereta Api Nasional di Jawa Tahun 2025 (PDF). Bandung: Kereta Api Indonesia (Persero). 2024-12-30. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2025-01-27 – via Direktorat Jenderal Perkeretaapian.
  2. 1 2 Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020.
  3. ↑ "Benoemingen, enz". De Locomotief. 26 Oktober 1893.
  4. ↑ Prasetya, S. (2010). "Rajapolah–Indihiang–Tasikmalaya". Majalah KA. 48: 18.
  5. ↑ http://www.semboyan35.com/showthread.php?tid=872
  6. ↑ ""Surga" dari Galunggung". Pikiran Rakyat (dikutip oleh Tekmira ESDM). 6 April 2010. Diarsipkan dari asli tanggal 2017-08-06. Diakses tanggal 2019-01-14. Rel kereta api tersebut, hingga sekarang masih bisa disaksikan dari Kecamatan Sukaratu (Kabupaten Tasikmalaya) hingga ke Kecamatan Indihiang (Kota Tasikmalaya). Rel ini paling tidak menunjukkan betapa menguntungkan dan besarnya potensi pasir Galunggung.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Stasiun sebelumnya Piktogram dari KA Jarak Jauh Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
W.P. Babakanjawa
menuju Bogor
Bogor–Padalarang–Kasugihan Tasikmalaya
menuju Kasugihan


Ikon rintisan

Artikel bertopik stasiun kereta api di Jawa Barat ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan