Sabtu, 31 Oktober 2026
20:47 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Stasiun Diski

Stasiun Diski

stasiun kereta api di Indonesia

Bagikan:
Stasiun Diski
Diski
330px-Reruntuhan_bangunan_stasiun_diski.jpeg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bekas pondasi bangunan Stasiun Diski.
Lokasi
Koordinat3°36′25″N 98°33′05″E / 3.606981°N 98.551444°E / 3.606981; 98.551444
Operator
Letak
km 14+926 lintas Medan—Binjai[1]
Jumlah jalur1
Konstruksi
Jenis strukturAtas tanah
Informasi lain
Kode stasiun
Sejarah
Dibuka1 Mei 1887
Ditutup?
Diagram lintasan stasiun
ke Binjai
bekas stasiun
ke Sunggal
Lokasi pada peta
osm-intl,13,3.606981,98.551444,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Stasiun_Diski&revid=29189573&groups=_bdfc7d98c6d9c5fbcbe7673b0399e798a9569b19&parser=parsoid
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L •B
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini

Stasiun Diski (DI) adalah stasiun kereta api nonaktif yang terletak di wilayah Desa Sei Semayang, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang; termasuk ke dalam Divisi Regional I Sumatera Utara dan Aceh. Walaupun bernama Diski, stasiun ini secara administratif tidak terletak di Desa Sumber Melati Diski, tetapi terletak di selatan desa tersebut.

Stasiun ini terletak di kilometer 15 lintas Medan—Binjai, dan berlokasi di antara Halte Sungai Semayang dan Stasiun Binjai. Stasiun ini pernah memiliki desain bangunan yang berukuran agak besar dan dilengkapi kompleks pergudangan. Stasiun ini dahulu memiliki dua jalur kereta api, tetapi kini hanya tersisa 1 sepur lurus.

Sejarah

Bangunan Stasiun Diski saat masih aktif dikelola Deli Spoorweg Maatschappij.

Stasiun ini dibuka pada tanggal 1 Mei 1887, bersama dengan pembukaan jalur kereta api Medan—Timbang Langkat sebagai sebuah perhentian.[3] Dalam perkembangannya, Deli Spoorweg Maatschappij mengganti bangunan yang semula terbuat dari kayu menjadi beton dan bangunan tersebut diresmikan pada tanggal 22 Januari 1892. Rencana peresmian bangunan tersebut diiklankan dalam Deli Courant yang terbit dua hari sebelumnya.[4] Untuk mengembangkan stasiun ini, sepur sempit 700 milimeter sejauh 17,5 kilometer juga dibangun dari kompleks stasiun menuju kawasan perkebunan Rimboen, Lingga, dan Taboeran yang dikelola oleh perusahaan perkebunan The British Deli and Langkat Tobacco Company.[5]

Stasiun ini telah dinonaktifkan[kapan?]. Stasiun ini telah dihancurkan dan eksistensinya hanya bisa dilihat melalui foto-foto saja. Yang tersisa dari dari bangunan Stasiun Diski hanyalah fondasi dan bekas peron.

Referensi

  1. ↑ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero).
  2. ↑ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020.
  3. ↑ Weijerman, A. W. E. (1904). Geschiedkundig overzicht van het ontstaan der spoor- en tramwegen in Nederlandsch-Indië. Javasche Boekhandel & Drukkerij.
  4. ↑ "Deli Spoorweg-Maatschappij (advertentie)". Deli Courant. 20 Januari 1892.
  5. ↑ "Deli Spoorweg Maatschappij". Deli Courant. 18 Juni 1892.
Stasiun sebelumnya Piktogram dari KA Jarak Jauh Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Binjai
menuju Besitang
Besitang–Medan Sunggal Baru
menuju Medan


Ikon rintisan

Artikel bertopik stasiun kereta api di Sumatera Utara ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan